Mulai dekat

1005 Kata
Tekan love bisa?  Happy reading...  **** Ketika sang malam tiba, keluarga Lincoln dipenuhi oleh gelak tawa penghuni rumah yang menandakan bahwa mereka adalah keluarga harmonis. Memang begitu demikian, ternyata sosok abraham Lincoln yang dikenal tegas, keras, datar tidak seperti ia saat berada berkumpul bersama istri dan anak nya.  Seperti sekarang, mereka tertawa karena lelucon abraham yang tidak masuk akal, seperti 'gajah terbang terlihat apa' sebuah lelucon garing menurut Alter. Sehingga membuat pemuda itu hanya fokus memakan makanan nya sambil terkekeh sebentar.  " Al bentar lagi udah lulus. " celutuk Alter sehingga membuat abraham menghentikan tawanya dan menatap Alter serius begitupun dengan yolanda.  " Kamu mau kuliah dimana al? " tanya abraham.  Alter meneguk teh manis dihadapan nya. " al ga mau jauh-jauh dari mama. " ujar Alter mampu membuat abraham ngerti maksud anak semata wayang nya yang ingin kuliah di negara nya sendiri, ketimbang Abraham yang ingin melihat Alter keluar negeri.  " sayang loh prestasi kamu lumayan buat kuliah di luar negeri. Maksud papa, kuliaj diluar negeri kan termasuk membanggakan bangsa kita. " jelas Abraham agar Alter mengerti. Tapi sebelum nya akan sulit melihat yolanda tidak terima saran dari Abraham.  " Biar al kuliah disini aja pa. Ngapain jauh-jauh lagi pula mama ngga bisa jauh dari Alter. " timbal yolanda.  " Cari pengalaman ma." ngotot Abraham. Sedangkan Alter hanya memperhatikan kedua orangtua nya yang berdebat.  " Mama ngga setuju, kalo al keluar negeri, mama ikut. " Abraham menghentikan makannya, lalu mengambil tisu kemudian mengelap bibirnya. " Terus papa gimana? " " Tinggal." jawab yolanda enteng.  Abraham hendak menjawab, ketika saja Alter tidak menghentikan perdebatan ini dengan berdiri dari kursi nya. " Al keatas dulu. " ujar Alter kemudian meninggal kan ruangan itu. Ia berjalan menaiki tangga untuk masuk kedalam kamar. Setibanya di ruangan yang bernuansa putih itu, Alter mengambil ponsel dan vape nya untuk duduk dibalkon kamar.  Alter seorang cowo, walaupun tidak merokok ia menggunakan vape tanpa sepengetahuan yolanda. Lama bermenung, menghembus kan asap yang mengepul diudara, Alter memilih membuka aplikasi i********: nya. Sebuah nontifikasi berhasil membuat cowo itu menegakkan bahunya tidak percaya.  Elzata_i follow you.  Tidak hanya itu ada spam masuk juga kedalam dm nya. Alter yang jarang menanggapi seorang cewe, kali ini berbeda ketika ia membalas pesan Elzata. Gadis yang tadi ia antar kerumah untuk pertama kali.  Elzata_i : kak follback.  Elzata_i : sombong amat!  Elzata_i : Amat aja gsombong.  Alter.a.i : Sewot.  Elzata_i : Yey!! Dibales... Makasih kak.  Alter.a.i : hm.  Elzata_i: kak jangan cuek-cuek ntar lo sulit dapet jodoh.  Alter.a.i : jodoh tuhan yang ngatur.  Elzata_i : Uwuu... Iyadeh ustad.  Alter tersenyum sekilas sebelum mematikan ponsel nya dan kembali kedalam kamar. Ia membaringkan badannya yang terasa lelah diatas ranjang. Menutup kedua mata dengan lengan tangan sambil menghayal berharap agar tidur meraih mimpi nya.  **** Setiap pagi, Alter selalu dibangunkan alarm alami nya yaitu mendengar yolanda cerewet membangunkan Alter yang tidur nya kebo. Sudah beberapa kali berteriak,akhirnya Alter bangun dengan mata yang setengah terbuka, menyesuaikan cahaya lampu. " Udah hampir tiga puluh menit mama teriak-teriak bangunin kamu. " ujar yolanda malas ketika mata Alter menutup kembali. " al! bngun nak! Papa udah lama nunggu diluar! " " Hm. "  Jawaban dari Alter membuat yolanda menarik selimut yang menangkup badan Alter. " bangun! Bangun! " Alter dengan muka bantalnya duduk menatap yolanda malas. Ia melangkah masuk kedalam kamar mandi dan membiarkan yolanda membereskan tempat tidur nya. Bukan, bukan Alter yang menyuruh melainkan atas kemauana yolanda seperti itu. Yolanda memang selalu memanjakan Alter ,karena perempuan paruh baya itu sangat sulit mendapatkan anak.  Memakan waktu lima belas menit, Alter sudah beriap-siap dan menyusul ke ruang makan yang sudah ada abraham dengan ipad nya. Alter duduk disebelah papa nya, lalu meneguk air putih Didepan nya. Menyadari keberadaan Alter, abraham meletakkan iPad nya.  " hari ini bawa mobil sendiri ya! Gada minjam-minjam motor papa lagi. " timpal abraham.  " Iya iya. Tenang aja, takut banget. " alter mulai memakan roti kesukaannya. Mereka makan dalam keadaan hening. Sampai semuanya selesai, Alter pamit pada abraham dan yolanda. Setelah nya berjalan kearah parkir yang terdapat mobil kesayangan nya. Alter memasuki mobil itu, lalu menancap gas meninggalkan perkarangan rumah yang luas. Ketika dipenghujung jalan komplek Alter melihat gadis yang kemarin diantar nya sedang berdiri dipinggir jalan. Alter mendekatkan mobil nya kearah Elzata lalu menurunkan kaca mobil. " Hoi" panggil Alter tidak sopan. Elzata yang tidak menyadari panggilan yang dilontarkan untuknya memilih celingak-celinguk menatap jalanan, berharap bus segera lewat.  " Budeg lo ya!! Woi! " panggil Alter kencang. Barulah Elzata sadar.  " Kak Alter? Manggil gue? " tanya ElAta polos sehingga ingin sekali Alter memenggal leher gadis cantik itu.  " Yaiyalah oncom! Yakali gue manggil setan. " jawab Alter malas.  Elzata terkekeh. " ada apa kak? "  "Ngapain lo disitu? Ngga sekolah? " Entah bodoh atau tidak, pertanyaan Alter barusan membuat Elzata memutar bola matanya malas sudah jelas cowok itu melihat ia memakai baju sekolah. " Yasekolah lah! Kalo ngga ngapain gue pake baju seragam. Gue lagi nunggu bus. " " Nunggu bus? Kenapa ngga taksi aja. " " Hemat uang. " Jawaban klise itu mampu membuat alter bungkam. Padahal kemarin ia melihat bagaimana mewahnya rumah Elzata. " nebeng ngga? " tanya Alter berpura pura. Padahal dalam hatinya, Elzata mau pergi sekolah bersama nya. Memang Alter cowo yang gengsi nya tinggi.  " gausah kak, ngerepotin. " " Alah sok ngerepotin, padahal lo seneng kan ngerepotin orang? " " Idih... Sok tau. " Alter menaikkan kedua alisnya." jadi ngga? " " Boleh deh. " ujar Elzata sambil cengengesan. Ia masuk kedalam mobil itu untuk kedua kalinya. Setelah itu mobil Alter berjalan membelah jalanan ibu kota yang begitu padat. Sampai mereka diparkiran sekolah, banyak sekali tatapan-tatapan menyelidik dari teman-teman Alter dan cewe-cewe pengagum Alter. Alter ekspresi nya biasa saja, berbeda dengan Elzata yang sudah tidak punya muka untuk menatap mereka semua.  " Kenapa lo? " tanya Alter.  " Malu kak. " " Ngapain malu? " " diliatin banyak orang. " jawab Elzata sambil memperhatikan cewe-cewe yang bergerombolan sedang bisik-bisik.  "udah cuekin aja. Anggap angin lalu. "  Elzata menatap Alter tidak percaya. " Ngga semudah itu. " " Yaudah dimudahin aja. " Demi apa! Alter menggenggam tangan Elzata dan berjalan beriringan. Membuat semua nya berteriak histeris tidak menyangka, sama hal nya seperti Elzata yang jantung nya hampir mau copot keluar. Sendangkan alter merutuki kebodohan nya, ia hanya spontan melakukan ini.  **** Maaf gaje ya. Maklum bukan penulis handal yang bisa merangkai kata-kata biar kaga ambigu.  Semoga kalian suka. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN