Kembali berulah

1004 Kata
Tekan love bisa?  Happy reading....  **** Usai dari toilet, elzata kembali bergabung bersama kedua temannya yang tampak duduk disalah satu meja kantin yabg berada dipojokan, Elzata berjalan kearahnya, saat sampai disana ia memilih duduk berhadapan dengan indah.  " Lama bet lo! " celutuk indah.  Elzata memilih menyeruput teh es nya yang mungkin tadi indah pesan. " Ngapain lo yang sewot! " ujar Elzata. Ia lalu melirik dimas yang sedang menikmati bakso. " Lo yang waktu itu ketemu gue kan? " Dimas tersedat kemudian batuk mendengar penuturan dari Elzata yang menurut nya ambigu. " Setiap hari juga kita ketemu kali! " " Masa sih? " Indah menempel kan punggung tangan nya di dahi Elzata. " Lo sehat kan? Ngga kesambet habis dari wc? " Elzata menepis tangan indah. " Ngapain pegang-pegang!" " Idih, sok ngartis lu. Aneh ni bocah! " ujar indah malas.  Setelah minuman itu tandas, Elzata beranjak dari kursi mendapat tatapan aneh dari indah dan dimas." Mau kemana lo? " tanya dimas. " Cari calon suami. " Indah menggeleng-geleng kepala mendengar nya. " Siapa calon suami lo? " " Alter. "  Mendengar jawaban dari Elzata indah menatap tidak percaya kearahnya. Banyak sekali pertanyaan yang saat ini berkecamuk dalam pikiran gadis itu. Mungkin indah harus mencari tau ada apa sebenarnya dengan Elzata. Gadis bersurai panjang itu sering kali berubah-ubah sifat. Tidak sepet dulu yang selalu diam, tidak banyak omong. Indah meyakin kan diri untuk mencari tau apa yang terjadi.  " In, tu El kenapa? " tanya dimas sama bingung nya dengan indah.  " Mana gue tau. " " Lah, lo kan sahabat nya. " timpal dimas. " Iya gue sahabat nya, tapi kami berpisah selama 3 taun. Gue ngga tau apa yang terjadi selama itu. " Dimas menatap serius, walaupun indah menatap nya ogah-ogahan. " Bukan hanya sekali gue ngeliat El kayak gitu. Waktu pertama bertemu, el juga penampilan nya aneh banget. Glemor beda sama sekarang yang kalem. Gue ngga mau ambil pusing waktu itu, tapi makin lama gue baru nyadar kalo el berbeda-beda sifat nya. " jelas dimas mendapat persetujuan dari indah. Ia juga merasa begitu, bahkan lebih dari apa yang dimas ketahui. Indah mengambil ponsel nya lalu mengetikkan sesuatu disalah satu platform ternama. Saat menemukan apa yang dicari, indah menunjuk kan nya pada dimas. Mereka sama-sama membaca mengenai Alter ego. Saat membaca semua yang dialami Elzata sama apa yang disebut dalam pencarian itu.  " Mungkin gue harus ketemu tante Agata. " celutuk indah.  " Tante agata? " ulang dimas.  " Iya, tante Agata bunda nya El. " " Gue ikut boleh? " tanya dimas. Ia juga ingin membantu. " Mungkin kita kesana besok. " " Oke atur aja jadwal nya. " dimas melihat jarak diantara mereka sangat dekat membuat dimas tersenyum " btw,kita deket banget ya. " " Brengs€k lo! "  **** Pukul dua siang, seluruh penghuni sekolah sudah diperbolehkan kembali kerumah nya masing-masing. Begitu juga dengan kelas X Ipa 1. Mereka sangat bersemangat keluar dari kelas karena sangat malas belajar kimia yang membuat otak serasa mau keluar dari tempat nya.  Tapi ada sebagian yang belum boleh pulang karena harus piket kelas yang kebetulan Elzata juga termasuk. Gadis itu sudah mengambil sapu dan mulai menyapu seluruh dalam kelas. Sedangkan dua orang laki-laki kelompok piket nya, mengangkat kursi -kursi keatas meja.  " El gue pamit ya, udah selesai ni. " ujar salah satu cowo yang rambutnya klimis.  " silahkan Faruq,. "  " Gue juga balik Ta. "  " Iya Azis. " Setelah mereka berdua pergi, kini cuma ada elzata dengan Shakila. Mereka menyapu kelas dengan sangat bersih. Sampai jam tiga sore, kedua nya pamit pulang kerumah masing-masing. Elzata berjalan beriringan bersama shakila sampai diparkir. Keadaan lingkungan sekolah sangat sepi, hanya ada anak-anak yang ikut eskul saja yang masih disekolah. Sesampai di parkiran, Shakila pamit pergi duluan karena ada orangtua nya yang menjemput.  Elzata yang memperhatikan itu hanya tersenyum miris. Ia mengalih kan pandangan nya yang sedang menatap shakila saat itu pula mata nya bersitatap dengan mata Alter. Kedua nya sama-sama diam sampai Elzata berjalan mendekat kearah Alter.  " hai kak. " sapa Elzata ramah. Ia hanya ingin berteman dengan Alter karena insiden cowo itu yang menolong nya kemarin. Elzata tidak bisa melupakan orang-orang yang sudah baik dengan nya.  " Ada apa? " tanya Alter jutek. Ia hendak memasuki mobil nya ketika Elzata tidak menghampiri.  " gue ngga mau punya masuh kak. " Elzata mengulurkan tangan nya pada Alter. " gue Elzata. Gue harap setelah ini kakak ngga sinis saama gue. " Alter menautkan kedua alisnya. " kemarin lo minta gue manggil Eliza, tapi kenapa jadi Elzata. " " Eliza? Siapa eliza? " Alter menggaruk kepala nya walaupun tidak gatal. " kenapa nanya gue? Mana gue tau eliza siapa? Mungkin kepanjangan lo Eliza? " Elzata menggeleng. " Nama panjang gue Elzata intania." Alter benar-benar dibuat pusing untuk kesekian kali oleh gadis yang baru di kenal nya. " aghh bodo amat pala gue puyeng. " Alter menatap sekeliling nya yang sudah mulai sepi. " lo nunggu siapa disini? " " Huh? Oh gue lagi nunggu bus. " " Memang nya masih ada bus jam segini? " Elzata menggedik kan bahunya. " Gatau. " " Sama gue aja. " jawab spontan Alter membuat nya menepuk bibit nya pelan.  " Hmm boleh kak? " Alter sedikit menimang-nimang kemudian mengangguk. " Rumah lo dimana? " " Perumahan jati negara. " " Rumah gue juga gajauh dari sana. Yaudah masuk. " tanpa disadari Alter membukakan pintu mobil nya untuk Elzata.  " Makasih kak. " ujar Elzata canggung ketika sudah duduk dikursi depan.  Setelah alter masuk kedalam kursi mengemudi, mobil berjalan meninggalkan pekarangan yang luas. Keadan didalam mobil sangat amat canggung. Karena tidak ada yang memulai pembicaraan. Hanya terdengar musik lah yang menemani mereka berdua. Dan untuk pertama kali, alter membawa seorang gadis kedalam mobil nya karena ini merupakan mobil kesayangan Alter. Bahkan yolanda saja sangat jarang menaiki mobil Alver, ibu dari satu anak itu lebih memilih menaiki motor tua bersama papa nya ketimbang bersama dirinya. Sedangkan Elzata bungkam dalam diam. Ia kembali mengingat kenangan yang menyakitkan itu. Tanpa disadari hati nya tarasa teriris. Ia meremas dadanya pelan menguatkan diri untuk tidak mengingat kenangan buruk itu. Elzata menoleh kearah jendela mengalihkan pikiran dengan cara mengitung setiap bangunan yang lewat.  **** Maaf telat update. Semoga kalian suka dan masih mengikuti kelanjutan cerita yang gajw ini. Mohon maaf atas nama tempat atau nama tokoh yang sama itu hanyalah sebuah kebetulan. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN