Ucapan

1006 Kata
Tekan love bisa? Happy reading... **** Saat tiba di pintu bertulisan 'UKS' Alter bergegas masuk kedalam nya, disana sudah ada dua anak Pmr yang sedang berjaga. Ketika alter merebahkan Elzata di ranjang, kedua anak Pmr itu mendekat, meskipun banyak sekali pertanyaan diantara keduanya, karena sangat jarang bahkan tidak pernah melihat Alter menggendong perempuan. " Al, kenapa ni anak? " tanya salah satu cowok yang memakai seragam putih-putih ciri khas Pmr SMA Candra Gunawan. " Tadi pingsan gue gatau karna apa. Mending lo periksa aja ,elan. " Pria yang bernama Elan itu mengangguk,ia mulai cekatan memaikan alat medis dibantu oleh teman cewek nya. Alter hanya memperhatikan mereka sampai keduanya sudah selesai. " Gimana? " Elan menampilkan raut bingung. " kek nya, ni cewe harus di periksa sama dr. Fiya deh. Saat barusan gue periksa, ngga ada apa-apa. " " Iya kak. Tumben banget pingsan tapi penyebab nya ga ada. " timpal cewek disebelah Elan, setau Alter dia bernama Melani. " Mungkin pingsan pura-pura kali. " jawab Alter ngasal. Ia beranggapan seperti itu, karena cewe ini aneh kepadanya. Bisa jadi ia pura-pura pingsan untuk mencari perhatian Alter. Melani menggeleng-gelengkan kepala. " soudzan mulu kak. " " Tau nih Al. Btw, ini cewe siapa lo? " tanya Elan penasaran. " Ga siapa-siapa. " Elan menyipitkan matanya kearah Alter. " masa sih? Ni cewe anak baru kan? Atau jangan-jangan pacar lo?" Alter melirik elan tidak suka. " Masa bodo! Urus ni cewek, gue mau belajar dulu, tadi cuma minta izin buat ke wc. " tanpa persetujuan Melani dan Elan, Alter sudah pergi meninggalkan mereka di uks. Melani menatap Elan bingung. " Tu kak Alter kenapa ya? Tumben banget perhatian sama cewe. " gumam Melani. " Fix ini cewe, pacar nya kali. " **** Pelajaran kedua sudah berlangsung dua puluh menit yang lalu, ketika Elzata sudah keluar dari UKS. Keadaan nya sudah membaik karena diberi teh hangat oleh Melani dan Elan. Tadi Melani sempat mengatakan bahwa ia digendong oleh Alter. Ketika sudah berada di depan kelas X ipa 1, Elzata gugup untuk masuk kedalamnya,karena Sejak pelajaran pertama ia tidak berada dikelas. Dengan keberanian yang kuat, Elzata mengetuk pintu Hingaa menghentikan pembalajaran didalam. " Ada apa? " tanya seorang wanita cantik dengan heels tinggi saat sudah berhadapan dengan Elzata. " Boleh saya masuk buk? " tanya Elzata gugup. Tangan nya saling bertautan satu sama lain menggambarkan betapa cemas nya ia saat ini. " kamu dari kelas ini?" tanya guru itu heran pasalnya sekarang sudah lewat Mata pelajaran pertama yang berlangsung selama empat jam. Elzata mengangguk sebagai jawaban. " Kenapa baru masuk sekarang? " " Saya tadi berada diuks buk karna sakit. " " Yaudah, kamu boleh masuk tapi lain kali kalau sakit nya bisa ditahan jangan pernah bolos pelajaran ya." Dengan semangat Elzata mengiyakan. Ia masuk beriringan dengan guru tersebut. Didalam kelas, terlihat indah duduk seorang diri, sedangkan dibangku depan nya, ada Dimas entah dengan siapa. " nah itu ada bangku kosong, kamu duduk disitu aja. " Elzata mengangguk antusias lalu berjalan mendekat pada kursi kosong disebelah Indah. Saat mendudukkan bangku disana, dimas memanggil Elzata pelan karena guru tadi kembali menjelaskan pelajaran. " El!" panggil dimas. Elzata berdehem sambil mengulurkan buku nya kemudian menatap dimas melirik sekilas-sekilas. " Kemana lo tadi? " " gue telat. "  " Kok bisa? " tanya dimas.  " Yabisa lah. " jawab Elzata pelan.  " Alasannya kenapa?" " Bisa Diam GA sih! " tegur Indah karena Fokus nya terganggu akibat suara bisik-bisik Dimas. Indah sedang Fokus memperhatikan guru yang sedang mengajar. " Sewot aja lu Nenek lampir. " celutuk dimas dibalas sengit oleh Indah.  " Apalo! Kakek lampir. Suka-suka gue, mulut punya gue. " " Yaudah suka-suka gue juga. Mulut-mulut gue juga kan?" ujar dimas membalikkan kata-kata Indah.  Ketika indah hendak menimpali perkataan dimas, sebuah spidol hitam melayang keatas meja antara Indah dan Elzata, membuat ketiga nya kaget, namun Elzata pura-pura Fokus menatap papan tulis.  " Udah bisik-bisik nya? Kalian pikir saya tidak dengar? " tegur guru yang mengajar matematika itu lantas membuat seluruh mata memandang kearah mereka.  " Maaf bu Yeni. " ujar Dimas. Ia berdiri mengambil spidol yang melayang tadi lalu berjalan kearah guru yang bernama Yeni itu. Ketika sudah sampai di depan, Yeni menjewer telinga dimas membuat cowo itu meringis bukan karena sakit melainkan karena geli.  " baru belajar aja udah nakal kamu. " timpal Yeni setelah tangan nya lepas dari telinga dimas.  Dimas cengengesan. " Nakal jalan ninja saya bu. "  " Ninja-ninja. Kamu kira ini naruto? " " Ibu nonton naruto? " Yeni menghela nafas malas, lalu menyuruh dimas duduk kembali tidak peduli bahwa cowo itu masih penasaran bagaimana guru matematika Itu tau naruto. Indah yang sedari tadi memperhatikan, tidak dapat menahan ketawa nya, apalagi ketika dimas sudah duduk kembali, ia dapat melihat bagaimana merahnya telinga dimas saat ini.  " Ngapa lo ketawa kunti?  " tanya dimas sinis.  Indah menetralkan kembali raut wajah nya. " Mulut-mulut gue pocong! " Elzata lagi-lagi dibuat pusing melihat kedua temannya. " Yaelah itu aja lagi-lagi dipermasalahin. Hati-hati jodoh nanti. " " AMIT-AMIT " ujar mereka serempak membuat spidol ramping Itu kembali melayang.  " DIAM. " **** Apabila bel tanda istirahat berbunyi, seluruh siswa berhamburan keluar kelas apalagi jurusan ips. Mereka sangat senang mendengar bel kebahagiaan itu. Bahkan baru beberapa menit di bunyikan, kantin sudah penuh oleh siswa SMA Candra Gunawan yang berdesakan mengantri menunggu makanan. Melihat itu saja, Elzata jadi sangat malas bergabung kedalam nya. Ia menyuruh star Indah dan dimas mencari tempat untuk duduk, sementara ia ingin pergi ketoilet.  Elzata berjalan dilorong-lorong loker untuk sampai di toilet. Ketika bersenandung ria, Elzata melihat alter yang sedang membongkar isi lokernya. Elzata berjalan kearah cowo yang kini memakai jaket Hitam itu. Ia menyapa Alter membuat cowok itu kaget karena tidak menyadari keberadaan Elzata.  " jelangkung, datang gak diundang. " sindir Alter.  Elzata hanya diam. Lalu memberanikan diri untuk berbicara. " Kak, makasih ya. " Alter menaikan sebelah alisnya. " Makasih buat? " " Udah gendong gue ke UKS. " " Jangan Salah paham. Gue disuruh pak cipto. " elak Alter padahal atas kemauan cowok itu sendiri.  " Ouh.. Tapi gue ga berat kan? " tanya Elzata malu-malu membuat Alter muak.  " Beratan badan lo dari pada barbel! "  Setelah mengucapkan itu, alter menutup loker nya kencang dan meninggalkan Elzata yang terdiam beribu bahasa.  **** Maaf gaje ya. Tapi love aja ya, biar aku semangat nulis. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN