Azzam menggangguk. Tiba- tiba hujan deras, Elena pun sigap membantu Azzam mengangkat jualannya. Dengan terseok -seok ia membuat hijab dan baju-baju ke dalam kantong plastik. Mereka menepi ke halaman sebuah warung makan yang tengah tutup. Elena menggosok- gosokkan tangannya lalu mengibas-ngibaskan bajunya yang basah. Azzam memandangi Elena, perempuan itu menjadi salah tingkah. "Ada apa Mas?" tanya Elena sembari menyeka wajahnya yang basah. "Aku baru sadar, kamu semakin cantik," ujar Azzam. Elena tersenyum, la merasakan hatinya deg- degan. Ya Rabb, harusnya tidak seperti itu. Azzam adalah mantan suami yang telah menyakiti hatinya. Harusnya ia menanam benci tetapi ia tak bisa. "Kapan ya hujannya berhenti. Aku harus pulang," keluh Elena. "Hujan yang turun ke bumi dalam Islam disebut

