bc

Love Last Forever

book_age18+
421
IKUTI
2.6K
BACA
HE
second chance
boss
drama
genius
ambitious
male lead
like
intro-logo
Uraian

Harap bijak dalam membaca ya..

Ada adegan 18+

Ketika Nicholas Eugene sudah mulai move-on dari cinta pertamanya yang membuat dia sakit, hadirlah sesosok perempuan cantik dalam kehidupannya. Wajah mereka bak pinang di belah dua. Antara sadar dan tidak ia mulai mendekati lalu melamarnya. Tapi mungkin Tuhan ingin mengujinya, beberapa hari sebelum pernikahan mereka, perempuan itu menemukan sebuah kotak yang berisi semua kenangan tentang cinta pertama Nick. Wanita dengan lesung pipit itu pun mulai mempertanyakan apakah dia benar-benar mencintai dirinya atau hanya sebagai pelampiasan hingga akhirnya wanita itu memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Di saat gamang tanpa arah, Nick mendapat kabar bahwa cinta pertama nya telah bercerai. Apakah mereka akan kembali bersama atau justru Nick mundur karena "Bee" mengidap penyakit yang susah disembuhkan?

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Kasih Tak Sampai
Untukmu, seseorang yang masih bertahta di hatiku. Aku benci mengatasi rindu yang telah menggebu. Ajari aku bagaimana kau melupakan aku begitu mudahnya. Mengapa kau lebih memilih dia Tolong, aku hampir sekarat karena cinta ini membunuhku. *** Ckiiiiiit... Braaaak!!! Seketika pandangan pria itu berubah kabur, matanya berkunang kunang akibat kepalanya terbentur setir yang begitu kencang. Masih dalam keadaan memegang kening, ia berusaha membuka pintu mobil dan ingin melihat keadaan korban yang di tabraknya. "Nyebrang pake mata! Jangan pake deng...!" Kalimat bentakan itu tak dapat ia selesaikan dengan baik. Degup jantung Nicholas mulai tak seirama diiringi dengan keringat yang berjatuhan bak biji jagung. Ia berlutut, mendekati perempuan yang bersimbah darah. "Bee... Kau kah itu?" Bee !!! Wanita yang akrab dia panggil Bee itu tak menyahut, kepalanya penuh darah segar. Kerudung putih yang ia kenakan berubah warna. Beberapa kali Nicholas memanggil namanya tapi tak ada respon. Nicholas berusaha mengangkat tubuh kurus itu lalu memapahnya ke dalam mobil. Air matanya mulai menetes. Mengapa ia begitu bodoh hingga menabrak kekasihnya sendiri. "Elena! Please!" "Elena, Maaf kan aku. Aku tadi lagi di bawah pengaruh alkohol!" "Elena, Answer me!" ELENA! Nicholas tersentak dan terbangun dari tidur, badannya basah oleh keringat. Ia langsung mengucap istighfar dengan pelan. Ia bangkit duduk di tepi tempat tidur. Dipejamkan matanya kuat-kuat hingga gurat halus terlihat di dahinya. Jari-jemarinya yang besar menutup seluruh wajahnya. Ia seolah mengumpulkan kesadaran yang sempat terpecah karena mimpinya tentang Elena. Hanya mimpi. Ia bangkit dan berdiri menghadap jendela kaca berteralis baja. Dari situ ia dapat melihat pohon pinus yang tinggi menjulang ditutupi oleh lebatnya hujan membasahi halaman belakang rumah. "Allahuma shoyiban nafian," ucapnya lirih. Nicholas menggenggam erat teralis jendela. Merasakan sejuknya hawa dingin merasuk jiwa nya. Iya mulai bersenandung kecil. Sebuah syair lagu terdengar menyayat hati keluar dari mulutnya. "Kamu ... Selalu di hatiku. Selalu di Jiwaku Mengendap dalam asa Aku bernafas tanpamu Nicholas menggeleng pelan, ada apa dengan Elena hingga dia mendapati mimpi yang sama selama seminggu ini. Apakah dia baik- baik saja? Pria dengan wajah rupawan itu membalikkan badannya lalu bersandar, tangannya bersedekap di d**a. Ia kembali mengingat kejadian tempo hari ketika ia ingin membeli bahan kopi untuk cafe nya. Wanita yang ia lihat tempo hari sangat mirip dengan Elena. Hanya saja lebih sipit. Mungkin kah Elena di Kanada sekarang? Tapi di Mana Rumi? Ia mendadak kangen dengan celotehan anak kecil itu. "Nick, kamu tidak jadi ke kafe hari ini?" Ketukan pelan di pintu dan suara Hilda ibunya, membuyarkan lamunan. "Hujan deras, bu. Besok saja," sahut Nicholas seraya menoleh ke arah asal suara. "So, what you want to do today in?" "Bolehkah aku berbagi kisah hidupku denganmu?" "Yes, off course. Ku tunggu di meja makan untuk sarapan bersama," jawab Hilda. "Aku sholat dhuha dulu sebentar, Mom." Nicholas menutup pintu dengan pelan. Lalu ia melangkah menuju wastafel mengambil air wudhu dengan khusyuk. Walaupun masih belum sempurna dia mencoba untuk khusyuk dalam wudhu nya. Menggelar sajadah nya menuju kiblat ia melaksanakan salat duha 2 rakaat dengan bacaan yang masih singkat. Setelahnya ia berpakaian rapi dan turun ke lantai bawah menuju meja makan. "Mengapa harus nasi goreng, Mom? Ini Kanada bukan Indonesia?" Nicholas tertegun ketika melihat 2 piring nasi goreng lengkap dengan irisan telur dadar dan sosis. Disampingnya 2 gelas jus jeruk bersanding dengan rapi. "Kurasa kau kangen dengan Indonesia. Mari kita cicipi bersama. Ibu sudah bersusah payah mengikuti tutorial di YouTube," ucap Hilda. Nicholas terkekeh. Sudut bibirnya tertarik ke atas, iya selalu tak bisa menguasai dirinya untuk tersenyum, ketika melihat makanan Indonesia, maka kenangan tentang Elena yang berputar di otaknya. Bagai slide yang selalu berbenturan. "Nak, ceritakan padaku tentang dia ..." "Siapa?" "Masih ingat janjimu kan,? Kau bilang ingin bercerita!" Nicholas hampir saja tersedak ketika menyeruput jus jeruknya. "Janji apa?" Jawab Nicholas acuh tak acuh. "Ya sudah lah... Mungkin amnesia kamu kambuh," kelakar Hilda. Nicholas mengangkat tangan untuk berdoa lalu memulai suapan pertanyaan. Tak di sangkanya Hilda berhasil memasak nasi goreng di percobaan pertama. Nicholas mengulum senyum. Tangannya meraih tisu terdekat, lalu membersihkan mulutnya. Ia menatap Hilda dengan penuh rasa kasih sayang. Semenjak di tinggalkan suaminya, yang tak lain ayahnya Nicholas , Hilda hidup terkatung-katung. Dulu ia sangat cuek, bahkan bisa di bilang tak peduli. Karena Hilda hanya seorang ibu tiri. Tetapi Hilda lah yang merawatnya selagi kecil. Hilda sangatlah baik, tak jarang ia di sakiti oleh Zarco ayahnya Nicholas. Baik itu di pukuli, selingkuhi ataupun yang lainnya, Hilda tetap bersabar. Mungkin dari sanalah pola hidup bebas Nicholas dapatkan sebelum ia menjadi mualaf. Nicholas sangat menggemari alkohol, bergonta ganti pasangan dan selalu membawanya ke hotel. Sampai suatu ketika Zarco di vonis mengidap penyakit HIV karena kebiasaan buruknya bergonta-ganti pasangan, dan Hilda lah satu-satunya wanita yang tetap ada disisi untuk merawatnya. Disaat itulah Zarco paham arti cinta sejati, dan ia berusaha menembus kesalahannya pada Hilda dan seringkali mengingatkan Nicholas agar supaya lebih menghargai wanita bukan hanya sebatas objek pemuas nafsu. Dan tak berselang lama kemudian dia meninggal dunia. Setelah kepulangannya ke Indonesia, Nicholas meminta Hilda untuk tinggal bersama di rumahnya. Nicholas telah meminta maaf karena pernah menelantarkannya. Awalnya ia menolak dan ingin tinggal di panti jompo. Tapi Nicholas berhasil membujuknya dan kini mereka tinggal serumah. "Aku hanya bercanda, Mom. Aku tak mau berdosa lagi." Nicholas menggeleng. "Cobalah." Hilda menguatkan genggamannya di tangan anak lelaki kesayangannya. Ia tidak sadar Hilda yang sudah duduk di dekatnya. Begitu banyak perubahan dalam diri Nicholas dalam beberapa bulan terakhir ini. Hilda sempat kaget mendengar pengakuan anaknya yang telah menjadi seorang mualaf tetapi ia mencoba menerimanya. Sejak masuk Islam, Nicholas menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan perhatian. Nicholas tak pernah menyentuh perempuan lagi , ia sudah tak meminum minuman haram lagi. Hilda tahu, ada seseorang yang mempengaruhi perubahan itu. Nicholas menghela napas panjang dan mengembuskannya perlahan. "Ceritanya panjang." "Jangan khawatir, aku punya waktu hari ini. Cucian ku sudah selesai. Aku juga sudah mengepel dan menyapu," ucap Hilda bersemangat "Habiskan nasi gorengnya dulu, Mom," ujar Nicholas seraya mengelus tangan yang mulai menyembul uratnya itu. "Aku tak sabar lagi," ujar Hilda. "Yakin ibu mau mendengarkannya? Ini lebih panjang dari telenovela yang pernah anda tonton," kelakar Nicholas . *** Nicholas Eugene 31 tahun. Seorang guru bahasa inggris dan juga wirausahawan. Pria berkebangsaan Kanada. Ia sangat tampan dengan badan atletis. Tetapi ketampanan wajahnya tak sebanding dengan kemulusan jalan percintaan hidupnya. Ketika ia di undang ke Indonesia, ia jatuh hati dengan gadis jakarta. Hingga ia berpacaran dan berkomitmen tak akan lepas satu sama lain. Ketika cinta mereka mulai berlabuh, Elena nama perempuan itu, justru di nikahkan dengan laki-laki yang sama sekali tidak di kenalnya. Pertemuan kedua, Elena tetap manja terhadap Nicholas walaupun perempuan itu sudah mempunyai suami, bahkan mereka sering berhubungan intim hingga hamil. Pertemuan ketiga, Nicholas mendatangi Elena kembali dan ingin menikahinya tetapi mendapatkan larangan keras dari orang tuanya mereka tak sudi menerima lelaki yang tak percaya tuhan. Hingga membuat Nicholas menjadi mualaf dan berusaha mengikhlaskan Elena untuk Azzam.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
222.9K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
22.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.9K
bc

TERNODA

read
204.1K
bc

JANUARI

read
52.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.4K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook