** Langit masih gelap saat Andra tiba di rumah Kristal, membuka pintu dengan kunci cadangan miliknya dan bergegas masuk. Alisnya terangkat menyadari pintu sekat menuju taman terbuka, deruman mesin dari ruang cuci membuat Andra mengurungkan niatnya ke kamar Kristal dan meneruskan langkahnya ke dapur. "Kristal?" Andra nyaris terkejut saat gadis yang mengenakan baju tidur sebatas paha itu muncul dari bawa kitchen bar, merangkak lalu duduk dilantai dengan keringan bercucuran. "Kamu ngapain?" Gadis bercepol asal asalan itu hanya meliriknya sebentar, mengibaskan tangannya kegerahan dengan nafas memburu. "Saya bawa soto ayam." Andra meletakkan bungkusan ditangannya, memeriksa penanak nasi dengan asap yang mengepul lalu menyiapkan peralatan makan "Pak?" "Hm." Andra hanya menggumam meny

