34

1114 Kata

    Kristal masih mendumal kesal saat mengetuk pintu rumah Bu Rini, jangan tanya kemana Bapak Andra terhormat yang entah kenapa semakin hari semakin menyebalkan itu karna Kristal malas menjawab. "Permisi." "Kristal dari mana aja seh!?"      Suara Prinka menyambut Kristal, sempat mendapat senggolan dari Camelia karna membuat bayi yang masih merah itu sedikit tersentak. "Hehe, maap Bu."      Kristal melewati teman teman kelasnya dan mencium tangan Bu Rini yang duduk disofa besar, memangku bayinya. "Udah mendingan Bu?" "Iya dong, kamu udah ga bandel lagi?" "Dih, Ibu. Awas anaknya nanti mirip saya loh." "Cantik sama pinternya boleh, bandelnya yang amit amit."    Kristal terkekeh kecil, telunjuknya terangkat mengelus pipi sehalus sutra itu dengan hati hati. "Duh, lutunaaaa."    

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN