** Andra mengekori Kristal yang memasuki rumah masih dengan wajah yang ditekuk, gadis itu bahkan sama sekali tidak peduli pada kantong kresek yang menggantung dilengannya. "Kristal?" Gadis itu tak menjawab, hanya mendelik kesal pada Andra yang menyimpan belanjaan diatas Pantry. "Ara?" "Apasih, Pak?" Andra berkacak pinggang lalu menghela nafasnya, menajamkan tatapannya pada Kristal yang terlihat tidak peduli dan mengambil air dingin didalam kulkas bahkan tanpa ragu menenggaknya dengan cara yang tidak cantik sama sekali. "Apa kamu memang selalu keluar tanpa bra?" Kristal tersedak, terbatuk keras dengan wajah memerah. Menyeka air yang mengalir dari hidung dan dagunya dengan lengan cardingan lalu melotot kearah Andra. "Pak Andra ih!" "Jadi benar?" Kristal memeluk

