Kristal menggumam menyahuti saat pintu kamarnya diketuk pelan dari luar, berguling lalu menemukan Andra yang memasuki kamar dengan ponsel Kristal ditangannya. Lah, itu nemu dimana? "Pak?" Kristal nyaris kembali tertidur saat Andra menyahutinya. "Kenapa?" Andra terlihat menggulung beberapa kabel dengan rapih, membuka nakas disisi ranjang dan menyusunnya disana sebelum mengisi daya ponsel Kristal yang entah kapan digunakan terakhir kali. "Bapak kenapa belum pulang?" "Masak." "Kan udah malem, Pak." Kristal kembali menggeliat, menggaruk perut polosnya tidak peduli Bapak Andra terkeceh masih serius menyalakan ponsel dikamarnya. "Nanti bisa kamu panaskan kalau lapar." Kristal menggumam tidak jelas, benar benar nyaris terjun kealam mimpi saat Andra menarik sel

