Part 27

712 Kata

     Pak Andra hilang.            Kristal menghela nafasnya, bibirnya mencebik kesal menyadari Andra benar benar seolah ditelan bumi. Mana pergi ga bilang bilang.     Ingatan Kristal lalu berputar saat pria itu menyiapkan banyak persediaan makanan dimalam saat ia menangis dipelukannya, perlu ducatat di pelukan Andra. "b**o!"    Kristal nyaris menghantam kepalanya sendiri ke atas meja sebelum Prinka memaki kesal. "Lo kenapa sih!? Uring uringan mulu! Tedor gih, tedor! Tumben banget!"     Gerutu Prinka, Camelia yang sibuk membaca catatannya melempar tatapan. "Jangan bilang gitu, bagus Kristal tidak bermasalah."     Prinka memutar bolamatanya malas. "Ya iyalah! Wong inggrid belum mashok!"    "Hush!"     Camelia melirik Sania yang sibuk memperhatikan kuku cantiknya, tidak be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN