** Kristal melompat dari motor Bara, melangkah memasuki lobi gedung apartement dimana salah satu unitnya adalah milik Bara yang segera berlalu menyimpan motornya. Sama sekali tidak peduli tatapan beberapa orang yang melihatnya berkeliaran tanpa alasa kaki atau penjaga yang melangkah menghampirinya penih penasaran. "Permisi." "Iya?" "Yang sering sama Den Bara bukan?" Kristall hanya meringis pelan lalu mengangguk, pria paruh baya itu tersenyum lalu mengangguk mengerti. "Oh, kalau begitu hati hati yah Neng." Dih, apaan coba. Kristall hanya mengerjap saat penjaga itu berlalu setelah melihat Bara melangkah menghampirinya. "Hayu, Beb." Bara menarik Kristallm dalam rangkulannya, melangkah menuju lift tanpa tahu sepasang mata elang itu masih mengawasinya sejak pertama kali kedua kaki

