** Kristal tidak pulang. Andra menunggu hingga langit berubah menjadi gelap, namun Kristal sama sekali tidak menujukkan tanda jika ia akan segera pulang. Penjaga di loby apartement bahkan memberitahunnya jika mereka, Bara dan Kristal belum beranjak sama sekali dari sana. Andra menghala nafasnya dengan berat, menekan bel apartemen Bara dengan kecamuk luar biasa. Menyesali keputusannya untuk menunggu siang tadi dan memilik kembali ke sekolah, Andra harusnya mendatangi mereka saat itu juga. "Pak Andra?" Bara mengerjap sekali, membalas tatapan Andra dengan tatapan terkejut bercampur bingung. "Ada apa yah, Pak?" "Boleh saya masuk?" "Eh?" Bara bahkan belum mampu mencerna semuanya saat Andra melangkah masuk melewatinya, mengedarkan padangan kesekitar apartemennya yang be

