Suasana mendadak canggung saat Om Deni terus menerus memandangi Ibu Arin. Sementara Ibu Arin yang sadar sedari tadi dipandangi oleh pria yang diakatakan putrinya itu adalah teman baru merasa risih. Mutia pamit sebentar ke toilet sementara Alfian izin untuk mengangkat teleponnya. Suasana semakin canggung antara dua orang yang katanya merupakan teman satu angkatan saat SMA. Om Deni memulai percakapan antara keduanya meskipun masih meragu. “Apa Karin” Sapa Om Deni ragu. “Nama saya adalah Arin bukan Karin” tegas ibu Arin. “I---iya apa kabar Arin?” ulang Om Deni. “Anda bisa lihat sendiri kan bahwa saya baik-baik saja” jawab Ibu Arin datar. “Syukurlah kalau begitu, Karin…Maaf Arin boleh Aku tanya sesuatu” ujar Om

