bc

Me After You

book_age18+
557
IKUTI
2.6K
BACA
goodgirl
sensitive
others
drama
bxg
city
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Sepasang pengantin yang baru saja menikah tampak bahagia saat keduanya kini menuju bandara untuk pergi berbulan madu, hal ini tampak dari keduanya yang tak pernah melepas senyum sumringah dari wajah tampan dan cantik mereka. Sang wanita kini tertidur di bahu prianya, melihat wanitanya tampak begitu lelah sang pria menambah laju kendaraan mereka.Hanya sedetik saja terkantuk,ia langsung kehilangan kendali mobilnya dan mobil itu terbalik,ia merasa sedang ada seseorang yang berusaha menarik tubuhnya keluar dari mobil naas itu, orang itu berhasil membawanya keluar dan meminta orang itu menyelamatkan wanitanya, namun saat orang itu kembali menuju mobil itu,pandangannya gelap dan samar-samar ia mendengar suara dentuman hebat.

chap-preview
Pratinjau gratis
SATU
Sepasang pengantin yang baru saja menikah tampak bahagia saat keduanya kini menuju bandara untuk pergi berbulan madu, hal ini tampak dari keduanya yang tak pernah melepas senyum sumringah dari wajah tampan dan cantik mereka. Sang wanita kini tertidur di bahu prianya, melihat wanitanya tampak begitu lelah sang pria menambah laju kendaraan mereka.Hanya sedetik saja terkantuk,ia langsung kehilangan kendali mobilnya dan mobil itu terbalik,ia merasa sedang ada seseorang yang berusaha menarik tubuhnya keluar dari mobil naas itu, orang itu berhasil membawanya keluar dan meminta orang itu menyelamatkan wanitanya, namun saat orang itu kembali menuju mobil itu,pandangannya gelap dan samar-samar ia mendengar suara dentuman hebat. Tiba-tiba sepasang mata terbuka, mata itu milk seorang pria yang sepertinya baru saja bermimpi. Hal itu tampak dari wajahnya yang berkeringat dan napasnya yang terengah-engah Kemudian ia bergumam pada dirinya sendiri “Lagi-lagi mimpi itu ,” Tak lama terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya,iapun segera membuka pintu dan membiarkan wanita yang merupakan ibunya masuk ke kamarnya. Wanita itupun menghampiri anaknya yang duduk kembali di atas tempat tidurnya. “Ganesha ada apa nak?”tanya wanita itu khawatir. “Tidak ma,Ganesha tidak apa-apa”jawab pria itu “Mimpi buruk lagi nak?”tanya wanita itu lagi, lalu pria bernama Ganesha itu mengangguk. “ Sudah sebaiknya kamu sekarang mandi,lalu sholat subuh,mama tunggu buat sarapan ya”tutur wanita paruh baya itu lagi lembut. Tanpa pikir panjang lagi pria bernama Ganesha itu bangkit dari tempat tidurnya kemudian melakukan apa yang di pinta sang mama. setelah melaksanakan shalat subuh ia langsung menukar pakaiannya dengan setelan kerjanya. Lalu sambil bercermin untuk memastikan yang dikenakannya rapi dan bergaya barulah ia menuju ruang makan tempat dimana sang mama dan kakaknya menunggu untuk sarapan. “Pagi ma,Pagi kak” sapa nya lembut pada sang mama dan kakaknya seraya mendaratkan kecupan pada keduanya. “Wah tumben pagi sekali bangunnya” Tanya wanita yang sibuk mengoleskan selai pada sehelai roti “Yaaa,supaya memberikan kesan baik pada saat masuk kerja dihari pertama kak”tutur sang adik. “Oh baguslah kalau begitu”ucap sang kakak “Oh ya Mbak mana Galand belum bangun dia?” tanya Ganesha. “Dia lagi mandi tuh,katanya pengen mandi sendiri” terang wanita itu lagi. Saat ketiganya sedang asyik mengobrol tiba-tiba terdengar suara seorang anak yang memanggil bunda dari dalam kamar yang berada tepat di sebelah kanan dekat ruang makan itu. Merasa panggilannya tidak didengar anak itu langsung menghampiri sang bunda. Sambil membawa baju seragam sekolahnya sementara dirinya masih mengenakan handuk. Sontak hal itu mengundang tawa bunda,paman berserta neneknya yang berada di meja makan. “Bunda ini gimana pasangnya sih?”keluh anak itu. “Hmm katanya tadi mau pakai baju sendiri? Semangatnya udah luntur aja,mana yang tadi menggebu-gebu sampai usir bundanya” ledek wanita yang dipanggil bunda oleh anak itu. “Aah Bundaa, iyaa maaf,sekarang mau kan bantu aku pake seragamnya?”rayu anak itu lagi. Dengan penuh rasa sayang sang bunda berjalan ke arah anak itu,lalu mengambil baju yang dipegang sang anak. Secara alami sang anak mengikuti sang bunda menuju kamar. Percakapan ibu dan anak itu tidak lepas dari pendengaran dua orang yang sedang sarapan di ruang makan itu. wanita paruh baya itu hanya tersenyum sambil berujar pada pria yang sedang menyeruput tehnya. “Ngakunya bisa ,tapi ujung-ujungnya ibu juga yang turun tangan ada-ada saja”ujar sang wanita paruh baya itu. “Biasa ma, anak jaman now alias milenial, awalnya ngaku kece tapi diakhir memble” tutur pria itu sambil menyeruput tehnya lagi. “Siapa yang memble?”tanya anak tadi tiba-tiba. “Eh rupanya ada di sini kirain masih pake baju”ledek pria itu sambil mencubit pipi sang anak “Iiiih apaan sih om,sakit tahu" “Ingat ya om galan itu gak memble tapi kece”tegas sang anak. “Iyalah, udahlah om mau berangkat kerja dulu,dadah galan memble,…..eh salah keponakan om yang kece maksudnya” ujar pria itu menyelonong pergi tanpa mempedulikan omelan anak itu. “Oh iya nak,tadi papa telpon nanyain kamu” ucap sang mama pada putranya. Oh ya, ya udah nanti aku telpon balik papa deh ma” ucap pria bernama Ganesha itu sebelum masuk mobilnya. Seorang wanita dengan potongan rambut dengan panjang sebahu dan postur tubuh yang sedikit gemuk sedang sibuk memegangi telepon genggamnya. Wanita itu tampak sibuk berbicara dengan seseorang di sebrang telepon sana. Jika dilihat dari gaya bicaranya sepertinya ia sedang terlibat pembicaraan yang cukup serius. Sebab berulang kali wanita itu mengucapkan kalimat “saya mohon maaf” atau “maafkan segala kekurangan dari kami”. Setelah terlibat beberapa kali pembicaraan sengit,akhirnya selesai dengan kesepakatan orang tersebut bisa datang menemui pimpinan wanita itu. setelah menutup teleponnya wanita itu bernapas lega kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya. “Jadi gimana kak?”Tanya rekan kerjanya yang sedari tadi hanya memperhatikan saja. “Ya gitu deh, kita kasih ke atasan kita dulu pi,baru nanti bisa diputuskan apakah uangnya bisa dikembalikan atau tidak”tutur wanita itu lanjut mengetik di komputernya. “Emang masalahnya apa ya kak Mut?”Tanya wanita berhijab yang dipanggil Pi itu. “Yah biasa,orang tua siswa yang komplen tentang anaknya gak masuk SMA favorit,padahal dia udah bayar mahal les di sini”keluh wanita yang dipanggil kak Mut itu. “Kok gitu ya kak? Padahal mau semahal apapun lesnya kalau memang gak ada niat dari anaknya untuk belajar ya percuma, dasar aneh,” tutur wanita berhijab itu lagi sambil. menggeleng-gelengkan kepala “Hah pi,coba kalau pemikiran semua orang tua siswa itu kayak kamu dan kayaknya kamu udah cocok tuh jadi orang tua” ledek wanita berpipi chubby itu kemudian tersenyum pada rekannya itu. ”Ah kakak,jadi orang tua gimana,imamnya belum ada kak” jawab Yopi tenang. Berikutnya saat keduanya sedang sibuk mengerjakan pekerjaan masing-masing. Muncullah seorang wanita yang tampak lebih senior dari keduanya sebab ketika mendengar suara itu kedua wanita itu langsung kaget. “MUTIA,kenapa belum dibuat jadwal lesnya di papan jadwal sih,ngapain aja dari kemarin?”ujar wanita yang baru datang itu berang. “Iyaa kak,ini mau dibuat”jawab mutia lembut padahal hatinya menggerutu lalu pergi menuju papan jadwal yang dimaksud. “Trus yopi mana laporan buku-buku yang baru masuk?” Tanya wanita yang disapa kakak itu lagi masih sambil marah. “Ini kak dikit lagi,kan lagi ditambahin datanya sama buku masuk yang baru datang tadi pagi”terang yopi. “Ya sudah taruh di meja nanti ya”ujar wanita itu lagi kesal. “Jangan marah-marah kak Cha,nanti dedek bayinya jadi judes juga lho”ledek Mutia pada seniornya yang sedang berbadan dua itu. “Kerjain aja kerjaan kamu Mutt”pinta wanita yang dipanggil kak cha itu tegas. Setelah menyelesaikan tugasnya dia Mutia kembali duduk di meja kerjanya. Seraya mengerjakan beberapa tugas tambahan yang diminta Mbak Chacha ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Gadis itu terkejut sebab ia ingat ada keperluan yang harus diurusnya saat ini. Mengingat kondisi Mbak Chacha yang sedang emosi tadi ia takut untuk meminta izin keluar kantor. Tapi jika hal ini tidak diurusnya sekarang maka kehidupannya selama sebulan ke depan akan hancur. Sambil berhati-hati menata omongan dan tidak lupa untuk tersenyum ia menemui Mbak Chacha di dalam ruangannya. “Siang mbak”sapa mutia ramah. “Iya duduk kamu”pinta seniornya itu agak ketus. “Gimana masalah orangtua yang meminta pengembalian biaya itu?” tanya Chacha tanpa basa-basi. “Oh itu,tadi sih udah saya bilang, akan dibicarakan dulu pada pimpinan kita dan selanjuntya akan kita hubungi lagi” terang Mutia. “Oh baguslah, nanti biar kakak saja yang hubungi pimpinan kita” ujar kak Chacha tenang. “Makasih kak,atas bantuannya” ucap Mutia tulus. “Hmm boleh gak Mutia izin keluar kantor bentaar aja?” tambah Mutia lagi. “Memang ada urusan apa?”tanya Kak Chacha “Mmm mau ke bank urus perpanjangan ATM dan buku tabungan kak” terang mutia. “olOh gitu, mumpung kamu keluar pulangnya beliin nasi bungkus di rumah makan sebelah ya!”pinta kak Chacha. “Okeee siap”sambut mutia riang lalu pergi meninggalkan ruangan. Ganesha sedang sibuk di ruangannya memeriksa beberapa laporan. Dengan hati-hati dan teliti ia membaca laporan-laporan itu. saat dirinya merasa yakin semuanya sudah benar ia menandatanganinya. Setelah memeriksa beberapa laporan ia melihat jam tangannya lalu pergi meninggalkan ruangannya berniat mencari makan siang. Namun saat melewati ruangan customer service ia melihat hanya ada satu orang yang melayani customer mereka. saat meminta salah satu petugas teller untuk membantu ternyata di bagian itu sedang sibuk juga menerima permintaan beberapa transaksi. Tanpa pikir panjang ia langsung duduk di meja Customer Service yang kosong itu dan langsung memanggil nomor antrian para nasabah. Ia melayani nasabah yang ingin memperpanjang masa ATM dan mengganti buku tabungan. Ganesha langsung mempersiapkan beberapa lembar kertas yang perlu ditandatangani oleh nasabah wanita yang duduk dihadapannya kini. Sesekali ia mencuri pandang pada nasabah wanita itu,seraya tersenyum kemudian sibuk kembali pada komputernya. Wanita itu tampak sedang membaca semua lembaran kertas itu,dia Ganesha memandanginya lagi sekilas lalu tersenyum lagi. setelah selesai proses administrasinya,Ganesha menjelaskan semuanya lagi pada nasabah wanita itu. Nasabah wanita itu menyela omongannya dengan mengatakan sudah paham semua yang dijelaskannya tadi. Ganesha hanya tersenyum,kemudian memberikan ATM dan tabungan yang baru pada nasabah wanita itu. Nasabah wanita itu pergi,sementara Ganesha masih diam sambil tersenyum di tempatnya. Ia tidak akan beranjak dari tempatnya itu jika pegawai yang lain tidak menegurnya. “Pak,maaf pak”sapa wanita yang merupakan pegawai yang lain itu. “Oh ya, silahkan “ujar Ganesha agak sedikit terkejut dan beranjak dari meja tersebut. “Terima kasih pak”ujar pegawai itu lagi. “Tidak masalah, malah tadi itu menyenangkan kok” tutur Ganesha riang. Saat hendak berjalan menuju ruangannya tiba-tiba wanita pegawai itu memanggilnya “Paak.. maaf, ini buku bapak tertinggal di meja saya tadi” ujar wanita itu “oh ya tapi ini…….” ucapannya berhenti dan mengingat kejadian tadi saat bertemu nasabah wanita yang membuatnya tidak bisa berhenti untuk tidak memandangnya. “Oh iya,terima kasih,”sambungnya lagi sambil mengambil buku itu dari tangan pegawainya, lalu pergi menuju ruangannya sambil bersiul riang.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook