Matahari sudah hampir kembali ke peraduannya,Ganesha sedang berjalan Menuju bengkel untuk mengambil mobilnya. Ia melewati sebuah gedung bimbingan belajar. Dari luar gedung bimbel itu Sekilas ia melihat wanita yang sudah menarik perhatiannya tadi. Namun pemandangannya terhalang oleh punggung seseorang yang ada di dalam sana. Namun ia yakin bahwa wanita yang kini sedang tampak sibuk itu adalah wanita yang bertemu dengannya tadi. Pria dengan potongan rambut undercut itu bergumam dalam hatinya
"Hei nona,siapa engkau sebenarnya? Mengapa engkau mampu membuat hati ini terusik dengan pertemuan pertama kita"Kemudian ia berlalu begitu saja seraya tersenyum
Mutia menghela napas panjang sambil meregangkan kedua tangannya ke atas setelah masalah dari orang tua siswa yang complain lewat telepon tadi siang selesai. Butuh penjelasan yang panjang lebar untuk membuat orang tua itu tidak menuntut pengembalian dana bimbel, dan mengerti akan peraturan yang dijalankan bimbel ini. Hal inipun tidak lepas dari bantuan teamnya.
Merasa sudah tidak ada lagi yang perlu ia kerjakan, Mutiapun berniat melepas penatnya dengan membaca novel. Ia membuka tasnya,namun ia terkejut saat melihat ada barang yang hilang dari dalam tasnya. Ia mengobrak-abrik tasnya bahkan mengeluarkan semua isi yang ada didalamnya. Melihat temannya itu panik Yopipun bersuara.
"Kenapa kak?,novelnya gak ada?” Tanya yopi
"Novelnya ada,tapi agenda aku gak ada” jawab Mutia panik
"Buku agenda yang kayak gimana kak?” Tanya Yopi
"Buku agenda,covernya itu warna ungu,tadi masih ada sih di sini,tapi kok sekarang hilang ". Terang Mutia dengan wajah yang semakin panik
“coba sekarang kakak ingat-ingat lagi kapan terakhir kakak simpan bukunya"ujar Yopi mencoba menenangkan
Mutia mengingat-ingat kegiatannya hari ini dengan serius. Setelah lama berpikir dan mengingat akhirnya ia bersuara pada yopi. Bahwa ia ingat agenda itu ia buka saat sedang menunggu antrian di bank siang tadi. Lalu saat gilirannya dipanggil,ia membawa agenda itu dan meletakkannya di meja customer service.
Mutia terduduk lemas di kursinya.
"Kalau kayak gini,berati harapan agenda itu balik keaku tipis"ujar mutia lirih
"Belum tentu kak,siapa tahu karyawan di sana berbaik hati menyimpankan buku kakak"ucap Yopi menyemangati Mutia
"Aku gak tahulah Pi"ucap Mutia pasrah
"Kan siapa tahu kak,agar lebih tahu lagi, kenapa gak kakak coba aja besok ke sana dan tanya ke karyawan yang tadi melayani kakak"saran Yopi
"Haah,iya semoga"ucap Mutia lesu
Keesokkan harinya Mutia mencoba mengikuti saran Yopi untuk kembali ke Bank itu. Ia sengaja datang pagi-pagi sebelum jam masuk kerja Secara tidak sengaja ia melihat pria customer servicenya kemarin. Tanpa basa-basi ia langsung mengikuti pria itu. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat seseorang pria yang beseragam satpam itu menarik lengannya.
"Selamat pagi mbak ada yang bisa saya bantu?"tanya salah satu satpam itu ramah
"Ah iya pak pagi juga,saya mau masuk pak"tutur Mutia terburu-buru dengan pandangannya tak lepas dari sosok pria yang merupakan customer service.
"Maaf mbak, bank ini buka satu jam lagi"terang satpam itu lagi
"Iya saya tahu pak,tapi saya ada perlu dengan laki-laki yang baru masuk tadi pak"ucap Mutia menerangkan
"Memang ada perlu apa anda dengan beliau?" tanya satpam itu
"Ada yang mau saya Tanya dan ini sangat penting pak,saya mohon izinkan saya masuk ya pak" mutia memohon dengan sangat pada satpam itu
Ganesha sedang melakukan briefing pagi dengan seluruh karyawan. Sepintas dari kaca ,tampak olehnya wanita yang membuatnya penaasran sejak kemarin sedang memohon-mohon pada salah satu satpam di situ. Setelahnya dia langsung menuju tempat gadis itu berada
“ada apa ini?”Tanya Ganesha ramah
“oh pak,maaf pak mbak ini memaksa masuk,padahal bank baru buka sejam lagi” terang satpam itu
“pak,kan saya udah bilang kalau saya kesini itu untuk bertemu dengan dia”terang Mutia pada satpam itu dan jari telunjuknya mengarah pada pria yang kini mengenakan kemeja berwarna biru muda itu.
“eh mbak kalau bicara itu yang sopan ya,asal mbak tahu,beliau ini …….” Ucapan satpam itu langsung dipotong Ganesha
“jadi,anda mau ketemu dengan saya,ada apa?” Tanya Ganesha, Mutia mengagguk. “baik silahkan ikuti saya”ajak Ganesha
Mutia mengikuti pria itu sambil menunduk dengan perasaan canggung. Sebab pria itu mengajaknya masuk melewati pintu depan sehingga pandangan seluruh karyawan yang ada di dalam ruangan itu mengacu pada keduanya. Mereka sampai di depan pintu ruangan yang dimana membaca tulisannya saja sudah membuat Mutia menelan saliva kasar. Sementara di sisi lain pria berperawakan tinggi itu hanya tersenyum kecil melirik mimic wajah wanita berambut pendek itu.
“Kenapa anda membawa saya ke sini?” Tanya Mutia pura-pura tenang
“ Sebaiknya kita bicara….” Perkataan pria itu di potong Mutia
“Gak perlu bawa saya ke atasannya dong saya kan gak salah,saya ke sini itu Cuma ingin ketemu sekaligus bertanya pada anda,apa anda ada menemukan agenda berwarna ungu setelah saya meninggalkan bank kemarin?” ujar mutia tanpa basa-basi
"Oh agenda yang ungu itu”ujar pria itu,mutia mengangguk cepat
“Ada,tapi agenda itu ada di”pria itu menunjuk ruangan yang membuat mutia tidak tenang dari tadi
“Saya kan tidak salah,satpam itu yang tiba-tiba menarik lengan saya”protes mutia
“Anda tidak salah “ ujar pria itu sinis, “justru banyak sekali kesalahan anda,pertama anda datang ke bank tidak sesuai jam pelayanan,kedua anda membuat keributan dengan karyawan bank ini,ketiga…..” lagi-lagi omongannya di potong mutia
“Jadi mau anda itu apa?”Tanya mutia yang mulai hilang kesabarannya
“Saya,permintaan saya itu sederhana”Ujar pria itu mengeluarkan smirk nya dan memandangi Mutia dari atas hingga bawah. Mutia mulai merasa risih dan sedikit takut
“Hidupmu”ujar Pria itu
“Hidupku,untuk apa?” Tanya mutia sinis
“Untuk menemani kehidupanku kini dan nanti”jawab pria itu santai
“Anda gila?”Tanya mutia geram
“Iya, saya tergila-gila pada anda”jawab pria itu lagi
“Anda benar-benar aneh”ujar mutia selagi berusaha menghindari tatapan pria itu
“ganesha”
“apa??”
“ganesha,itu nama saya”
“sebenarnya anda itu mau membantu saya atau tidak” Tanya mutia
“saya pasti akan membantu,tapi anda harus berjanji dulu”pinta Ganesha
“kenapa jadi kayak gini sih,ya udah aku turutin aja dulu maunya,toh lagipula setelah ini belum tentu ketemu lagi”tutur Mutia dalam hati
“jadi bagaimana? Deal”Tanya Ganesha sambil menjulurkan jari kelingkingnya
“oke deal”jawab Mutia dan mengaitkan jari kelingkingnya. Ganeshapun tersenyum dan pergi ke ruangan itu. Tak berapa lama iapun kembali sambil membawa agenda yang di maksud mutia itu. Ia menunjukan agenda itu pada Mutia. Mutiapun tersenyum sumringah seraya mengucapkan terima kasih. Namun Ganesha kembali mengingatkan akan perjanjian mereka itu. Sambil memandangi agendanya Mutia menjawab tanpa berpikir panjang. Setelah mengucapkan terima kasih sekali lagi dia Mutia pergi meninggalkan Ganesha yang hanya tersenyum simpul. Ia Ganesha kembali masuk ruangan sambil menggelengkan kepalanya gemas kala mengingat mimic wajah bernama mutia itu.
Mutia kini sudah berada di kantornya. Ia sedang sibuk dengan pekerjaannya sambil sesekali berpikir tentang pria yang baru saja ia temui tadi. Ia mengingat lagi kejadian tadi pagi dan memikirkan semua perkataan pria itu. Sesekali ia menarik napasnya,dan mulai lagi mengerjakan pekerjaannya. Tanpa ia sadari kini sudah hampir tengah hari,ia terus sibuk di depan computernya. Hingga berkali-kali sang partner memanggilnya tidak digubrisnya.
“ KAAAAAAAAAKKK”teriak yopi tepat di telinga Mutia
“aduuuuh apa sih pi…..kamu pikr kakak budeg pake teriak-teriak segala”protes Mutia sambil melegakan telinganya
“ya habis dari tadi yopi panggil,kakak gak nyahut”protes yopi tidak mau kalah
“iya,maaf ada apa sih “ ucap mutia melembut
“kakak itu,sebenarnya ada apa sih,dari tadi aku perhatiin kakak ngelamun aja” Tanya yopi
“enggak,gak apa-apa kok”ujar Mutia tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya lagi
“ayo dong kaak…cerita,kita ini udah cukup lama jadi partner kerja sekaligus teman,atau kak Mutia masih menganggap aku orang lain” ujar Yopi sendu
“iya,oke aku bakalan cerita”ujar Mutia
“memangnya ada apa kak” Tanya Yopi
“iya,tadi pagi saat kakak pergi ke bank sesuai yang kamu sarankan kemarin,aku ketemu sama cowok yang nyebelin” ujar Mutia memulai ceritanya,sementara yopi mendengarkan dengan seksama. Entah kenapa ia selalu ingin tahu apa yang menjadi masalah partner kerjanya itu. Mungkin karena hubungan pertemanan mereka yang bisa dikatakan dekat seperti hubungan saudara. Yopi juga terkadang selalu ingin tertawa sendiri saat melihat mutia menceritakan ceritanya dengan mimik wajah yang lucu dan menggemaskan. Seperti saat ini mutia sedang mengkerucutkan pipinya saat menceritakan seorang pria yang membuatnya kesal dan menyebalkan.
“cowoknya ganteng gak kak?” Tanya yopi menggoda Mutia
“ganteng iya,tapi nyebelin,masih kalah gantengnya sama mr president Army”ledek Mutia
“Ya kali mau dibandingin sama mr president Army kakak itu” ucap Yopi “Tapi kakak harus hati-hati lho kak” Yopi mengingatkan
“hati-hati gimana maksud kamu?”Tanya Mutia heran
“iya hati-hati sama omongan kakak,kali ini kakak bilang dia itu aneh,nyebelin dan gak suka sama dia,suatu saat nanti kakak bisa jadi bucin lho sama dia”tutur Yopi
“hah apa? Aku suka sama cowok aneh kayak gitu gak mungkin” ujar Mutia remeh
“ingat kak,gak ada yang gak mungkin di dunia ini jika itu kehendak dari Allah” terang Yopi “memang apanya yang aneh sih kak,bukannya wajar ya kalo ada seorang cowok yang suka sama cewek,berarti cowok itu normal kan” Tanya Yopi bingung
“iyaaa aneh aja,masa ada cowok yang jatuh cinta pada pandangan pertama,sama aku lagi” ujar Mutia remeh dan seolah tidak percaya
“memangnya kenapa kalo jatuh cinta pada pandangan pertama dan kenapa juga kalo itu kakak?”Tanya Yopi lagi
“ya aneh aja ada cowok yang suka sama cewek sama aku yang gendut kayak gini,apalagi cowoknya ganteng lagi” ujar Mutia insecure
“siapa yang bilang kalo kakak itu gendut,kakak itu gak gendut Cuma sedikit berisi, kakak juga cantik dan baik lagi ,lagian kenapa sih harus merasa insecure kak,tidak semua laki-laki itu menilai fisik aja ada juga yang menilai dari yang lainnya” tambah Yopi
“iya sih tidak semua tapi kalo adapun yang seperti itu, pasti sangat-sangat langka” tambah mutia
“dan mungkin laki-laki yang menyebalkan ini termasuk dari yang langka itu kak”goda Yopi
“enggak,gak mungkin”ujar Mutia tegas sambil berjalan menuju pintu masuk sambil melihat Yopi. Hingga ia tidak sadar ada sesorang juga yang sudah membuka pintunya juga dan tidak sengaja mendengar ucapan Mutia tadi
“apanya yang gak mungkin?”Tanya seorang pria berpakaian rapi lengkap dengan jas berwarna blue sapphire yang membuat Mutia terperanjat,saat memutar badannya untuk melihat siapa pria yang ingin tahu itu
“Anda”ujar Mutia kaget
“hai,apa kabar”sapa pria itu ramah dengan tak lupa tersenyum
“mau apa anda ke sini?”Tanya Mutia Ketus
“apakah ada larangan bagi saya untuk datang ke sini?” pria itu malah balik bertanya
“anda jangan bercanda ya, mau apa anda ke sini?” Tanya Mutia semakin ketus
“kak,gak baik sama tamu kayak gitu” ucap Yopi “Ada yang bisa saya bantu,silahkan duduk”ujar Yopi ramah
“Yopi jangan biarin dia duduk”ujar Mutia pada Yopi berbisik
“emangnya kenapa kak?”Tanya yopi juga sambil berbisik
“asal kamu tahu,dia itu cowok yang kakak ceritain tadi” jawab Mutia,sementara Yopi hanya menanggapi dengan oh saja
“jangan suka main rahasia-rahasian,aku gak suka lho” ujar pria itu pada Mutia
“jangan ikut campur ya”ujar Mutia agak marah “sebenarnya mau apa anda kesini?”Tanya Mutia semakin marah
“jangan marah-marah nanti cantiknya hilang lho(sambil tersenyum lebar),saya ke sini mau ajak kamu lunch bareng, mau?”Tanya pria itu,dan langsung dijawab tidak oleh Mutia
“Anggap ini sebagai ucapan permintaan maaf saya” tutur pria itu
“Anda itu….”
“Ganesha,itu nama saya” potong Ganesha
“ah,terserahlah,anda itu maunya apa sih” sambar Mutia
“saya paling tidak suka jika harus mengulangi perkataan saya,sudah saya katakana tadi saya ingin ajak kamu lunch bareng” Jawab Ganesha
Yopi yang sedari tadi hanya diam akhirnya bersuara dan meminta Mutia untuk menuruti permintaan pria itu. Setelah dengan bujukan dan rayuan Yopi,akhirnya Mutia mau ikut dengan pria itu untuk makan siang bersama. Keduanya berjalan beriringan menuju café terdekat. Kini mereka sudah berada di café yang menjual khusus makanan ala Asia. Ganesha bertanya pada waiters tentang menu special di café itu. Waiters menyebutkan menu andalan café mereka adalah nasi goreng pattaya,tanpa bertanya pada mutia,Ganesha langsung memesan menu itu. Minumannya ia memesan air mineral untuk dirinya dan jus jeruk untuk Mutia. Selagi menunggu pesanan mereka,Ganesha mencoba mengajak Mutia berbicara namun namun tidak ditanggapi. Setibanya pesanan mereka,keduanya hanya focus pada makanan mereka,dan sesekali Ganesha mengajak ngobrol Mutia dengan bertanya pendapatnya tentang makanan itu.
Kini Mutia baru saja sampai di tempatnya bekerja setelah ia tadi makan siang dengan pria yang dianggapnya menyebalkan. Tiba-tiba ia merasa sesak dan sakit di sekitar dadanya. Melihat hal itu Yopi langsung menghampiri Mutia dan meminta Mutia untuk duduk dan mengatur napasnya. Namun saat hendak duduk,Mutia langsung tak sadarkan diri. Yopi berteriak yang sontak membuat semua yang ada di sana datang menghampiri yopi. Kak chacha yangmelihat langsung panik dan meminta pada beberapa orang untuk membantu membawa Mutia ke Rumah Sakit yang kebetulan bersebelahan dengan tempat kerja mereka.