Maka sejak saat itulah Alfian berjanji pada dirinya sendiri untuk memenuhui keinginan Sang Mama yang telah tiada. Terkadang Dirinya menangis sendirian sesaat sebelum tidurnya karena memikirkan mengapa Sang Papa begitu mencintai wanita itu dibandingkan Sang Mama yang sudah memberikannya semua apa yang diinginkan, dimulai dari harta, jabatan bahkan dirinya sendiri. Namun setelah membaca surat itu dan melihat pertemuan dengan wanita itu secara langsung, Ia mengerti bahwa yang namanya cinta tidak bisa dibeli bahkan dibayar oleh apapun. Makannya Ia Alfian sangat benci dengan cinta, karena baginya cinta sudah membuatnya kehilangan orang-orang yang Ia cintai. Sementara itu di rumah sakit, Mutia sedang makan disuapi Sang Ibu. Mutia memperhatikan Sang Ibu yang tampak sedang memikirkan sesuatu. Di

