TIGA PULUH

1151 Kata

Mutia masih terbaring lemah di rumah sakit, namun keadaannya berangsur membaik. Kini Dirinya sedang disuapi bubur oleh Ganesha, entah kenapa saat ini Ia merasa begitu bahagia melihat pria bermata almond itu ada di sisinya. Baginya melihat pria itu saja sudah cukup, tapi ini Ia diperlakukan layaknya seorang putri. Merasa terus diperhatikan Ganesha mencoba merayu Mutia.                “Jangan diliatin terus nanti makin sayang lho” rayu Ganesha. Mutia menggeleng dan tersenyum.                “Terima kasih” ucap Mutia masih lesu.                “Gak perlu bilang terima kasih” ujar Ganesha sambil menyodorkan sesendok bubur dan Mutia melahapnya.                “Oh ya, gimana keadaan Melisa, Dia gak apa-apa kan ?” tanya Mutia penasaran.                “Dia gak apa-apa kok, bahkan sekaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN