Sepatu Chelsea Boots warna hitam tanpa tali itu bergerak di lantai keramik warna putih. Pemiliknya berhenti di sebuah ruangan. Ia ketuk pintu berwarna coklat di depannya lalu masuk ke dalam. Kakinya terus melangkah, awalnya ruangan itu gelap namun ketika ia melangkah lebih dalam nampak cahaya yang cukup terang. Di sana ada seseorang yang duduk di kursi dengan sandaran dan beberapa layar monitor di depannya. "Boss," Seseorang yang pria itu panggil dengan sebutan boss meliriknya melalui bahunya. "Saya ingin menyampaikan sesuatu," "Apa?" jawabnya dengan singkat. "Kapan kita akan mulai menyerang si Sachdev itu? Pergerakan kita terasa agak lambat." Bibirnya yang berbalut lipstik tersungging saat mendengar kata-kata itu. Ia menyulut rokok yang ada di tangannya, "jangan terlalu gegabah.

