Jantung Haven berdebar saat kedua mata biru itu menatapnya dengan sendu. "Kemarin aku latihan memanah bersama Victoria," Fiona tersenyum—memperlihatkan giginya yang rapih. "Karena itu pula, jari tanganku terluka." wajah Fiona kembali berubah menjadi sedih. "Lihat, jariku lecet," Haven menatap jari tangan Fiona yang berbalut plester. "Padahal aku ingin menceritakan semua kegiatanku kepadamu. Tapi kau tidak pulang," Fiona membuat jarak. Ia mundur 2 langkah ke belakang. Wajahnya berubah menjadi serius, "dimana kau tidur semalam?" "Dizzy," Victoria menarik ujung kaos Denzel sembari berbisik. "Sebentar Vicky," jawab Denzel dengan tatapannya yang tak lepas dari Fiona dan Haven. "Aku..." Haven berusaha untuk menjawab pertanyaan Fiona, namun ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Sehingga suli

