Tidak pernah terbayangkan oleh dirinya, jika ia akan menyentuh Fiona. Bibir kecil itu terus menggodanya. Membuat hasrat yang ada di dalam dirinya muncul dan menginginkan hal lebih daripada hanya sekedar ciuman. Kedua tangannya yang besar dan kekar bergerak membuka blazer yang Fiona kenakan. Benda itu jatuh tergelatak di dekat kaki mereka. Bibirnya dengan leluasa bergerak—mencium bahu Fiona. Menghirup aroma tubuh wanita itu yang terkesan manis seperti vanila. Lagi-lagi tanda miliknya tertinggal di kulit Fiona yang mulus. Fiona memberikan akses untuk dirinya menjelajahi leher wanita itu dengan bibirnya. Ia menggeram saat kedua tangannya berada di paha Fiona. Kegiatan yang masih setengah jalan itu sepertinya harus dihentikan, karena Fiona tiba-tiba merebahkan kepalanya di bahu Haven.

