Kebingungan nampak jelas di wajah Fiona. Rasa sakit yang menyerang kepalanya sejenak menghilang, tergantikan oleh bayangan hitam putih saat ia yang marah-marah kepada Haven. Lalu kedua tangannya yang memeluk tubuh besar pria itu, bibirnya yang bertemu dengan bibir seksi Haven. Ia yang tersenyum manis lalu tertidur di pelukan Haven. "Aa!!!" Fiona berteriak sekeras mungkin sembari berdiri dari duduknya. Kedua tangannya memegang kepala dengan kedua mata yang membulat. "Aku melakukan itu semua?" ucapnya tidak mampu menyembunyikan wajahnya yang tampak syok. Haven yang terkejut mendengar teriakan itu langsung menatap Fiona. Sebelah ujung bibirnya naik ke atas. Fiona masih dengan pikirannya. Bayangan kejadian semalam dengan lengkap berputar di benaknya. "Aku berciuman? Dengan Haven?" perlahan

