Chapter 76

989 Kata

*** "Nadira." Tidak hanya Nadira, Cassy pun ikut menoleh setelah suara berat Dante akhirnya terdengar. Datang dengan kedua tangan terborgol, pria itu didampingi dua petugas kepolisian—membuat perasaan Nadira campur aduk. Di satu sisi, dia masih marah terhadap apa yang sang suami lakukan. Namun, di sisi lain Nadira juga kasihan, karena bagaimanapun juga Dante adalah pria yang selama puluhan tahun mencintainya dengan tulus. "Papa," panggil Cassy, sementara Nadira membisu. Tidak tahu harus berkata apa, Nadira seperti kehabisan kosa kata, hingga akhirnya Dante yang semula terpaut jarak, duduk persis di depannya. "Aku pikir kamu enggak akan ke sini, Nadira," ucap Dante—memandang sang istri dengan raut wajah yang dipenuhi rasa bersalah. "Aku pikir kam—" "Sejahat apa pun kamu ke anakku, ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN