Chapter 47

962 Kata

*** "Nah, sampe, Cass. Ayo turun." Mobil yang dia kendarai berhenti di depan rumah Cassy, perintah tersebut Alaska lontarkan pada sang calon tunangan. Pergi dari bandara pukul lima sore lebih beberapa menit, Alaska dan Cassy sampai pukul setengah tujuh malam setelah sempat terjebak macet. Tidak banyak mengobrol, sepanjang perjalanan keduanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Cassy fokus dengan pikirannya yang masih tidak habis pikir terhadap apa yang terjadi pada Alaska, sementara Alaska sendiri sibuk mencari cara agar sang calon tunangan percaya pada penyakit budukan yang dia derita. "Enggak mau bantu turunin koper, Kak?" tanya Cassy. "Aku pake heels, jadi susah." "Oke, sebentar," ucap Alaska, sambil berpura-pura menggaruk punggung. "Gatal banget nih daritadi, enggak tahu kenapa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN