21 : Perjuangan & Keputusasaan

2130 Kata

“Eh? Arka?” Shereen berhenti melangkah ketika melihat Arka duduk di atas motornya yang terparkir tepat di depan gerbang rumah gadis itu. “Yoo,” sapa Arka. “Pagi.” “Ng ..., uhm, ya. Pagi juga,” sapa Shereen balik tanpa berniat menatap wajah Arka. Mendung menyambut pagi ini. Kehadiran Arka yang tiba-tiba di depan rumah Shereen membuat gadis itu canggung, bingung harus melakukan apa. Harish: kayaknya gue agak telat nyampe rumah lo. Shereen menghela napas. Harish kenapa telat? Apa dia kesiangan? Harish: mau nungguin atau berangkat sendiri? Shereen: emangnya berapa lama lagi? Harish: 10 menit gue sampe sana. Harish: sekarang baru ngeluarin motor. Mata Shereen membesar ketika tau Harish baru mengeluarkan motor. Astaga, meskipun jarak rumah mereka tidak jauh, tapi tetap saja, Shereen tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN