“Huaaah pengen cepet-cepet beres ujian ...” Naura mengerang di samping Shereen yang masih asik membaca catatan biologi. “Sabar dong, baru juga tiga hari,” jeda Shereen. “Perjalanan kita masih jauh, Nak.” “Elo mah enak ya, di rumah bisa diajarin sama Kak Adri yang pinter,” cibir Naura. “Lha gue, mana ada yang ngajarin?” Shereen mendelik. “Si pinter Naura mau diajarin sama siapa lagi emang?” Naura hanya mencibir dan tak mempedulikan Shereen yang tampak sibuk dengan buku catatannya. Memang sih, peringkat Naura lebih tinggi dari Shereen. Tapi tetap saja, Shereen lebih rajin dibandingkan Naura. Baru saja Naura berniat menghampiri kelas Kayla, matanya melihat Harish yang berjalan beriringan bersama teman satu kelasnya. Naura ingat, sudah beberapa hari ini—tepatnya setelah Shereen terlambat

