Dira terus memainkan pensil miliknya, sembari membuat sketsa pesanan baju yang ada di butik Hartini, Dira masih terus memikirkan semua perkataan dari eyangnya tempo hari. Apa ia harus mengakui bawah sebenarnya ia juga mencintai Daru? Tapi... di satu sisi, ia masih menginginkan Raka di sisinya walau ia tahu menginginkan Raka berada di sisinya sama saja membuat Eliana terluka juga membuatnya nampak semakin seperti w************n karena di cap sebagai ‘wanita perebut suami orang’. “Mbak Dira?” panggil suara seseorang membuat Dira tersadar akan lamunanya itu. “Oh, ada apa ya, Ras? Kamu perlu bantuan?” sahut Dira. Wanita yang di panggil Ras –Laras– itu mengeleng. “Ng... Ng... nggak kok Mbak, saya cuman nanya sama Mbak aja. Mbak Dira lagi sibuk atau ndak?” “Nggak kok, Kenapa, Ras?” “Soalnya

