Hampir seminggu berlalu Daru terus memikirkan semua perkataan Raka denganya tentang Dira. Dan akhirnya ia menyerah, menyerah untuk berusaha melupakan Dira. Ia masih mencintai Dira, amat sangat. Hingga detik ini, hanya nama Dira yang ada di dalam pikiranya, napasnya detak jantungnya dan hidupnya. Dan kini, sebuah jalan sudah terbuka lebar di depan mata Daru, restu dari ibunya dan keberadaan Dira seolah-olah baikan durian runtuh untuknya. Daru sengaja menutup praktiknya selama satu minggu demi mempersiapkan kepergiannya ke Semarang. Pagi yang indah seolah-olah alam meresetui kepergiannya untuk menemui Dira. Setelah hampir satu jam lamanya, taksi yang membawa Daru pergi ke bandara Soekarno-Hatta pun tiba di depan terminal keberangkatan domestik. Daru hanya membawa sebuah tas ransel ala backp

