Chapter LVI

1137 Kata

“Kamu… gapapa?” Dariel nampak khawatir. “Gapapa. Emang kenapa?” Acha balik bertanya. Dengan tangannya yang senggang, Dariel menunjuk ke pipinya sendiri. Acha pun ikut memegang pipinya sendiri setelah mendapat kode dari Dariel. Acha sedikit kaget saat merasakan ada yang basah di pipinya. “A… maaf. Tadi aku nahan nguap.” alasannya. Saat ini memang sudah cukup malam dan Dariel pikir Acha pasti sudah sangat lelah. “Tenang aja. Aku gak bakal nangis di depan kamu lagi.” Dariel tak menanggapi. Pria itu duduk di seberang Acha dan memberikan sebotol air mineral kepadanya. “Makasih.” ucap Acha setelah menerima botol itu. Tanpa bermaksud berlama-lama, Acha merogoh saku piyamanya dan mengeluarkan ponsel pintar dari sana. “Bukti yang aku bilang di sini sebetulnya ga ada. Aku emang sengaja bila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN