Malam itu dingin, tapi bukan dingin yang menembus kulit — melainkan yang merayap dari dalam d**a. Pintu besi sudah tertutup di belakang mereka. Suara beratnya menjadi penanda bahwa semuanya telah berakhir. Sekar masih diam. Wajahnya tak lagi tegang, tapi juga belum tenang. Langkahnya terasa ringan, seperti tubuhnya baru saja meninggalkan beban yang selama ini menindih napasnya. Raka berjalan di sampingnya, tanpa suara, hanya menatap sekilas setiap kali mereka melewati lorong panjang itu. Begitu sampai di garasi, Raka membuka pintu mobil untuk Sekar. Ia tak berkata apa-apa, hanya menunduk sedikit sebelum menutup pintu dan beralih ke sisi pengemudi. Mesin mobil menyala, raungannya memecah senyap malam. Beberapa menit berlalu tanpa percakapan. Hanya suara hujan tipis di luar jendela dan w
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


