Sekar sontak kaget ketika ponselnya begitu saja direbut dari genggaman. Tangan besar Raka dengan muda meramoas ponsel Sekar walau keadaan lengan pria itu terluka. “Mas, apa yang kamu lakukan?!” pekiknya, panik. Jemarinya berusaha meraih kembali ponsel itu, namun Raka lebih cepat. Pria itu menatap layar dengan rahang mengeras. Mobil melaju kencang, satu tangannya mencengkeram setir, tangan lain menggenggam ponsel. Mata elangnya berkilat penuh amarah ketika membaca setiap kata dari pesan Bagas. Dia masih bisa membagi fokusnya antara ponsel dan juga jalanan depan. “b*****t…” suara beratnya pecah, dengan geraman. Umpatan kasar meluncur tanpa bisa ditahan. Nafasnya memburu, nadanya begitu dingin dan berbahaya. Kemarahannya sudah pecah saat ini. Sekar menatap suaminya dengan cemas. “Mas…

