Kelakuan Argo terlalu banyak minum alkohol tadi malam, sebenarnya mengewakan Tyas. Tapi, istrinya itu tidak bisa apa-apa. Bukankah perkatannya kemarin jelas-jelas mengecewakan Argo juga? Mana ada pernikahan yang ada rasa saling menyayangi? Tyas menghela napas, melihat senyuman Argo yang seperti menyindir. “Maaf, aku terlalu sibuk. Sama temen-temenku tadi malam,” Argo menggenggam tangan istrinya itu. Tyas mengangguk merespon pernyataan Argo. “Yas, bagaimana kalau kita lupakan saja kegilaan kita kemarin. Dan buka lembaran baru,” bujuk Argo tersenyum kepada wanita yang dia sayang. “Maksud kamu?” tanya Tyas tidak mengerti. Argo berdeham beringsut bangkit dari rebahnya. Lalu mendekatkan wajahnya di depan wajah Tyas. “Maksudku, aku benar-benar menyesal soal pertanyaan konyol kemarin. Aku m

