Grief

1008 Kata

Sesampainya di rumah sakit, Tyas melihat Gemini yang terisak di depan ruang ICU. Namun, bundanya tidak ada di sekitar situ. Tyas mendekat ke arah Gemini perlahan, ragu, berulang kali dia melirik ke atah Genta. Genta mengangguk seolah semua tidak apa-apa. “Gem?” panggil Tyas, pelan. Tangisan adiknya begitu pilu didengar. Gemini langsung memeluk Tyas. “Ayah kenapa?” “Ayah—ayah sudah nggak tertolong lagi, Kak ...” “Apa?” Tyas dengkul Tyas terasa lemas, mendengar kata ‘nggak tertolong’, “Maksud kamu nggak tertolong? Ayah ...” Gemini mengangguk, “Ayah sudah tiada ...” Tangisan Tyas pecah saat itu juga, dia langsung masuk ke dalam kamar ICU. Dilihat tubuh ayahnya sudah tertutupi selimut putih. Badan Tyas kaku melihat sosok itu. Ingin melihat wajah ayahnya, tapi tidak mampu. Sesaat dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN