Luluhnya Dewinta

1024 Kata

Keadaan di rumah orang tua Tyas, masih ramai dengan pelayat—yang silih berganti datang menyampaikan bela sungkawanya. Meski pun ramai, tapi suasana yang ada tetap saja muram. Dewinta menangis tidak berhenti, hingga matanya bukan sembab lagi, tetapi bengkak. Tidak beranjak dari sisi mayat suaminya semalaman. Gemini yang prihatin melihat mamanya, membujuk agar pagi ini istirahat. “Ma, istirahat dulu, ya,” Gemini berkata, dekat dengan mamanya. Suaranya lembut tetapi terdengar menyedihkan. Mama yang matanya merah dan bengkak, menatap Gemini. Ada Kinanti dan Santoso juga di sana. Marvel juga diajak ke Jakarta. Hanya saja dititipkan kesalah satu rekan Kinanti. Semalaman dibujuk, Dewinta akhirnya luluh juga. Dia mau beranjak ke kamar, ganti baju, makan sedikit dan minum, ditemani Gemini. Mesk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN