"Maksudku bukan begitu. Jangan marah..." Sea menatap Earth yang meringkuk di sofa. Sea benar-benar tak habis pikir. Earth bersikap seperti anak-anak yang merajuk. "Badan sebesar itu dan kau merajuk..." Sea berbalik membelakangi Earth, menahan tawanya. "Jangan tertawa Sea." "Apa? Tidak. Aku tidak tertawa." "Kau tertawa." "Tidak." Earth terdiam. "Aku hanya berpikir kau saja sudah cukup, Earth. Tak perlu pergi jauh hanya untuk bersenang-senang. Kita bisa kembali ke London." Earth beranjak duduk. "Sea. Kau istri. Kau harus menurut padaku." Sea merunduk tak percaya dengan kata-kata Earth. "Apakah kita akan bertengkar karena masalah ini? Maksudku, masalah tempat bulan madu? Aku tidak perlu bulan madu Earth. Cukup kau ada." "Oh...aku tak mengerti kenapa kau berpikir seperti itu." "

