Awan tersibak. Berarak memisahkan diri menjadi beberapa bagian. Terbawa angin dan menjauh. Angin lalu turun menyibak tirai. “Kukira kau marah.” “Aku tidak bias marah padamu.” Earth tertawa sambil mengusap keningnya. Lalu dia mengusap bahu Sea yang bahkan tak mau berbalik ke arahnya. "Bagaimana caraku menciummu kalau kau terus membelakangiku, Sea?" "Aku belum mandi, Earth." "Oh, kau jorok sekali." "Aku belum mandi sejak kemarin." "Wow...itu..." "Kau harus menerimaku apa adanya. Aku malas mandi kalau hatiku sedang tidak nyaman." "Apa itu semacam kebiasaan?" "Begitulah..." "Wow..." Earth mengendus ke arah Sea. "Tapi aku tidak bau Earth." "Okay...memang tidak bau..." Tangan Sea bergerak-gerak mencari sesuatu. "Kau lihat ponselku Earth?" "Tidak. Kau mau apa?" "Aku mau memesan

