Part 36 Sejak Aryanti meninggalkan rumah. Keadaan rumah semakin runyam. Bukan cuma keadaan rumah yang runyam bahkan kehidupanku juga ikut runyam. Aku yang sudah terbiasa dengan kehadiran dan perhatiannya begitu merasakan perubahan yang kini tengah kurasa. Perasaan sunyi dan hampa begitu nyata di dalam jiwa. Dulu saat Aryanti di Hong Kong suasana sunyi memang juga ku rasa. Namun bukan perasan hampa dan kosong seperti kali ini. Aku seolah merasa ada yang hilang dari bagian hati dan pikiranku. Perasaan tak nyaman selalu menyelimuti setiap saat-saatku. Apalagi ketika kejadian tangan ini melayang. Sungguh baru kali ini penyesalan itu datang menjelma. Di saat orang yang ku kasihi kini telah tiada. "uh uh uffh." "Jangan gila, Heru! Seribu kali tangan itu kau hantamkan ke dinding tak akan membu

