api cemburu berkobar

970 Kata

"Bapak akhiri materi hari ini, sampai jumpa di hari sabtu depan." Dengan langkah yang ringan Pak Beno keluar ruangan. Menyisakan kami satu kelas yang melongo terheran-heran. Sepeninggal Pak Beno, derai tawa mulai terdengar dari mayorinas kaum cowok. Bahkan saking berlebihannya, ada yang menepuk-nepuk meja. "sangat masuk akal sekali," Uli dengan tubuh besarnya itu terguncang-guncang dengan tertawa. "Gue setuju sama jawaban Pak Beno." "a***y!" Bahkan Daffa si ketua kelas yang pendiam saja ikut ngakak. "Iya. Makanya, Van jangan PHP IN anak cewek. Karena lo nggak sekuat mereka," kata Ryan ikut ngakak. Anak cewek di kelas ini ber jumlah 17 orang mereka semua mulai jengkel mendengar tawa anak cowok. CK! Menyebalkan. Bel istirahat berbunyi. Gue, Uli, Ryan dan Ivan menuju kantin bersa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN