Saat mobil sudah terparkir didepan parkiran restoran, gue dan Yesi masuk ke dalam restoran bersama-sama. Gue memegang tangan Yesi yang lembut. Sampai pegawai mengantarkan kami ke meja yang sudah di reservasi. Seorang pelayan menyerahkan daftar menu, gue mengernyitkan kening bingung. Semua berisi bahasa Italia, akhirnya gue menyerah. Dan menyuruh Yesi saja yang memilih menunya. Selepas perginya si pelayan, gue melepaskan pandangan sekeliling. Kayanya di restoran ini sedang ada anniversary terbukti dengan adanya grup musik instrumental di atas panggung. Sedangkan ada salah satu meja yang di tempati pelanggan sepasang suami-istri yang usia nya sudah setengah abad tapi masih terlihat romantis itu di penuhi oleh satu buket mawar putih dan satu buket lagi mawar merah. "Yesa, ada acara apaa

