tamasya oh tamasya

1003 Kata

Gue melangkah dengan cepat ke tempat duduk nomer tiga dari belakang. "Loh, Daffa? " gue kaget. Ternyata orang yang melambaikan tadi si ketos. "Hai, Yesa? Lo mau duduk di mana?" tanyanya yang kini bangkit. Dia memberikan pilihan duduk ke gue yang pojok dekat jendela atau yang pinggir. Dengan senang hati gue menyuruh Daffa memilih, dan akhirnya pilihan Daffa duduk di pinggir sementara gue duduk di pojok dekat jendela. Setelah gue duduk, baru Daffa duduk di samping gue. "Eh, Daffa. Tolong panggilin Uli, dong! Tas gue sama dia." Daffa mengangguk, dia bangkit dari duduknya menuju tempat di mana Uli duduk. Setelah dua menit, dia kembali membawa satu buah ransel kepunyaan gue. "Terima kasih," Ucap gue menerima tas dan tersenyum pada Daffa. "No problem," jawabnya. Bus mulai melaju.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN