“Tara, alhamdulillah. Umi senang melihatmu lagi, Nak,” teriak Umi Dewi saat melihat Denis mendekat bersama Tara. “Umi.” Tara langsung turun dari gendongan Denis dan berjalan tertatih-tatih ke arah Uminya. Ibu dan anak itu berpelukan. Tara menumpahkan segala rasa dan ketakutannya pada sang Umi. Begitu juga dengan Umi Dewi yang memeluk Tara dengan erat karena sangat merindukan putrinya itu. “Ke mana saja Tara, Nak. Umi sangat khawatir sekali, takut jika sesuatu terjadi padamu,” ujar Umi Dewi melepas pelukan. Beliau menatap Tara dengan penuh kasih sayang. “Maafin Tara, Umi. Tara sudah melanggar janji untuk segera pulang ke rumah. Tara janji nggak akan mengulanginya lagi.” Umi Dewi mengangguk. “Iya, Sayang. Umi sudah maafin Tara, kok. Sekarang kita pulang ke rumah, ya. Nanti Umi masakin s

