Cuaca pagi ini cerah sekali, secerah hati Sofia yang sudah tidak sabar untuk kembali ke sekolah. Entah bagaimana ceritanya, sehingga membuat gadis itu bisa terbebas dari masa skornya. “Kita lihat saja nanti, lo akan membayar semuanya gadis penari balet. Gue akan bikin perhitungan sama lo, sehingga lo sendiri yang akan memutuskan untuk keluar dari sekolah itu,” batin Sofia. Ia menatap dirinya yang sudah rapi di depan cermin, tersenyum licik sembari memikirkan cara untuk kembali menjaili Tara. “Gue tau lo sudah memikirkan cara untuk balas dendam. Makanya gue mau mengajak lo untuk berangkat bareng.” Sofia berbalik, tersenyum tipis ketika melihat seorang pria yang sudah berdiri di ambang pintu kamar. Sofia perlahan mendekat, tetap dengan senyuman yang menggoda. “Kali ini pertarungan anta

