Tara baru saja tiba di rumahnya dengan wajah cemberut. Ia langsung menuju kamarnya setelah bersapaan dulu dengan Mbah Uti, karena Umi Dewi belum pulang dari butiknya. Felly dan Vania menyusul Tara masuk dan bergegas mengejarnya sebelum Tara menutup pintu kamarnya itu. Namun, keduanya terlambat, Tara langsung menghempaskan pintu itu tepat saat Felly dan Vania berdiri di depannya. “Tara mungkin kesal, Fel, biarkan saja dulu. Nanti setelah Tara sedikit tenang, kamu bisa bertanya padanya,” ujar Vania. Felly mengangguk lemah. “Iya, Van, lo benar. Gue nggak mau mengganggu Tara dulu, dia butuh ketenangan untuk menyelesaikan masalahnya,” jawab Felly sedih. Vania mengangguk, kemudian menepuk pelan pundak Felly yang sedang termenung. “Kalau begitu gue pulang dulu, ya. Ada urusan yang harus gue s

