Denis masuk ke dalam kelas Tara, berpasang-pasang mata menatapnya dan bisikan-bisikan aneh terdengar di telinganya. Namun, Denis tidak memedulikannya, ia memilih untuk berpura-pura tidak tahu. Denis tersenyum ketika pandangannya menangkap sosok Tara yang tengah duduk di bangkunya sembari berbincang dengan kedua temannya, Felly dan Vania. Denis pun segera mendekat. “Tara...,” panggil Denis. “Bisa bicara sebentar?” Tara, Felly dan Vania mengangkat kepala mereka, menatap sumber suara panggilan itu. Mereka baru menyadari kehadiran Denis di sana. “Ra, dipanggil pacar lo tuh,” goda Vania sembari senyum-senyum melirik Felly dan Tara. Tara mencibir, tak memedulikan Denis. Ia malah meraih buku pelajarannya dan pura-pura membaca, membuat Vania dan Felly saling menatap. “Maafin gue, Ra. Semalam

