Season2 BAB 23

1912 Kata

Sacha masih menatap tajam wanita yang duduk di depannya. Dendam yang selama ini dia pendam, hampir saja mencuat ke permukaan.sementara wanita itu hanya duduk dengan posisi kaki menyilang dan wajah terlihat angkuh. “Mau apa datang ke sini?” tanya Sacha, dengan nada dan raut wajah yang datar. “Sederhana saja, aku mau putriku kembali,” jawab Inez. Nampaknya wanita itu tidak mengingat kesalahannya di masa lalu yang telah meninggalkan Nora begitu saja saat usianya baru saja berusia satu hari. “Putimu? Apa masih pantas kamu menjadi Ibunya?” tanya Sacha, menatap Inez merendahkan. Sacha menar-benar muak dengan kehadiran Inez kembali ke rumahnya. apa lagi dengan niat wanita itu yang gila. “Apa salahnya jika aku ingin lebih dekat dengan putriku, Sacha!” tegas Inez, menatap Sacha dengan amara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN