Lia kembali ke rumahnya dalam keadaan hati yang tidak baik-baik saja. Meskipun di kediaman Janardana wanita itu terlihat baik-baik saja, tetapi tidak dengan batinnya. Luka itu kembali hadir saat bertemu dengan ke dua orang tua Sacha, meskipun mereka tidak menorehkan luka, tetapi kebaikan mereka mengingatkannya tentang masa lalu yang menyakitkan. Lia membanting tubuhnya di atas kasurnya yang empuk, berharap saat dia terbaring rasa lelah yang sejak tadi dia pukul seorang diri akan hilang. Akan tetapi, nyatanya tidak. Pikirannya kembali melayang pada kejadian lima tahun yang lalu sungguh, kekecewaan itu tidak juga memudar di dalam hatinya. Lia mengubah posisi tidurnya menjaadi duduk bersandar pada kepala ranjang. Dia menoleh kearah samping menemukan meja dengan tiga laci kecil di sana. Li

