Season2 BAB 20

1317 Kata

Kecanggungan masih saja terjadi, meskipun mereka sudah berkumpul lebih dari tiga puluh menit lamanya. Lia masih membungkam nampaknya wanita itu enggan untuk menjelaskan semunya. “Mimi, kapan kita pulang?” Suara Fahlefi memecahkan keheningan yang terjadi. semua mata tertuju padanya, tetapi tidak ada yang membuka suara. Zora sedari tadi masih setia menatap ke dua cucunya dengan rasa tidak percaya. Lia telah melahirkan anak kembar dan bisa membesarkan mereka dengan baik di saat situasi yang selalu menuntut wanita itu untuk terus kuat menjalani kehidupan. Zora bangga dengan kegigihan Lia untuk bertahan hidup. Zora tahu, menjadi orang tua tunggal bukan suatu hal yang mudah, tetapi Lia bisa menjalani itu dengan hati yang ikhlas. “Sayang, kemari lah,” ujar Zora, sembari mengayunkan tangannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN