“Kenapa kau tidak menahan Nina?” Tatapan Rinaldy mengarah pada Frans yang datang 10 menit lalu ke apartemen lelaki itu. Frans memang marah, sangat marah sampai dia ingin menjadikan Rinaldy menjadi makanan kucing. Namun, Rinaldy tetaplah menjadi temannya. Di hatinya yang paling dalam, tetaplah begitu. Namun, haruslah Frans melupakan semua kebaikan Rinaldy padanya selama ini? Tentu tidak! Frans sangat mengerti Rinaldy, sehingga dia memilih untuk memaafkan si berengsek yang sudah memukulnya beberapa hari lalu. “Memangnya kenapa lagi?” Rinaldy menatap jam yang melekat di pergelangan tangannya. Mata panda yang terlihat semakin melebar, rambut acak-acakan, dan hal itu membuat anak kecil pun tahu jika Rinaldy sangat-sangat hancur. Dia bahkan tidak tertidur sudah sejak 2 hari. Ada satu alasa

