88 ~ Ghina

1796 Kata

Mobil Rinaldy melintas di jalanan Bali yang tidak terlalu ramai. Pemandangan indah pantai benar-benar memanjakan mata. Sejak tadi Nina tidak berhenti tersenyum sambil menatap ke luar jendela. Maunya sih Rinaldy membuka atap mobil, tapi dia menolak keinginan istrinya itu, mengingat keadaan Nina yang masih harus diperhatikan. “Mas, bagus banget.” guman Nina terkagum-kagum. Rinaldy tersenyum, dia memelankan laju mobilnya. Agar Nina bisa menikmati pemandangan indah pulau Bali. “Tapi rasanya kurang enak ya mas, kalo gak bareng sama, Abi!” Meskipun Rinaldy selalu iri jika perhatian Nina terbagi, ada satu point yang membuatnya sadar saat makan malam di resort milik Miquel semalam. Dia baru sadar bahwa istrinya itu memang sangat menyukai Abian, meskipun lelaki kecil itu bukan anak kandung mer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN