84 ~ APES

2130 Kata

Perlahan, kaki Rinaldy mulai bisa menopang dirinya sendiri. Akhir-akhir ini dia menghabiskan lebih banyak waktunya untuk melatih kakinya. Dibantu dengan William yang dengan sigap berdiri di belakang. Memantau jika sewaktu-waktu bosnya membantu bantuan. “Bos….” “Tunggu sebentar, aku rasa bisa menyelesaikan ini!” William mengurungkan niatnya yang tadinya hendak membantu Rinaldy. Dia lebih dulu sadar bahwa bos-nya itu tidak semudah itu untuk menyerah. Langkah demi langkah berusaha Rinaldy gapai, seluruh badannya terasa sangat lengket. Namun tidak ada kata menyerah untuk tiba di ujung. Tubuh Rinaldy sudah semakin baik, dia sudah bisa merasakan kakinya kembali akhir-akhir ini. Meskipun masih rasa sakit, tapi setidaknya rasa sakit lebih baik daripada tidak sama-sekali. Namun, di saat terti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN