Tidak sadar, jika Rinaldy tertidur di sandaran ranjang Nina. Semalaman penuh dia terjaga setelah bermimpi buruk. Mimpi yang membuat hari-harinya tidak akan pernah seindah dulu lagi. Rinaldy masih setengah sadar saat merasakan elusan di kepalanya. Mulai merasa bahwa memang ada orang lain di sekitarnya, Rinaldy terbangun namun masih setengah sadar. Tangannya mengucek matanya, pelan, butuh beberapa menit baginya untuk menyadari bahwa sesuatu telah terjadi. Hal besar yang selama ini dia nanti-nantikan. “Na?” “Mas…” “Sayang? Na?” Rinaldy masih tidak bisa percaya jikalau apa yang dilihatnya bukan hanya halusinasi semata. Di tatapnya Nina dengan mata lebar, perlahan tangan Rinaldy bergerak untuk menyentuh tangan Nina yang naik berusaha untuk menyentuhnya. “Ini bukan halusinasi aku kan?” gum

